Berita Utama

Pengarahan pada Rapim TNI dan Rakor Polri

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (29/1) pagi memberi pengarahan kepada peserta Rapat Pimpinan TNI (Tentara Nasional Indonesia), dan Rapat Koordinasi Polri (Kepolisian Negara Republik Indonesia), di Istana Negara. Hadir semua pimpinan TNI dan Polri, antara lain Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, KSAD Jendral TNI Agustadi Sasongko, KSAL Laksamana TNI Sumardjono, KSAU Marsekal TNI Subandrio dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Dalam laporannya, Kapolri Bambang Hendarso Danuri menjelaskan, Rakor Polri yang bertema “Melalui Rakor Anggaran 2009, Polri Siap Melaksanakan Reformasi Birokrasi dan Pengamanan Pemillu 2009.dihadiri 208 peserta, akan membahas cara untuk menyamakan visi, misi, persepsi serta pola tindak dalam pengamanan Pemilu pada tahun 2009, serta mekanisme perbantuan TNI kepada Polri. Selain itu, Polri juga akan melakukan evaluasi akselerasi kebijakan di tahun 2009 dan evaluasi perkembangan pemilu di tahun 2008. Polri juga akan melakukan evaluasi kebijakan strategi Polri mengenai akselerasi transformasi cultural Polri sebagai implementasi dari reformasi birokrasi Polri dalam upaya peningkatan kualitas kerja Polri dalam pelayanan masyarakat.

Sementara itu, dalam Rapim TNI bertema Dengan Meningkatkan Kesiapsiagaan Operasional, TNI Siap Mengamankan dan Mensukseskan Pemilu 2009, seperti yang dijelaskan oleh Panglima TNI Djoko Santoso akan mengevaluasi program kerja tahun anggaran 2008 serta merencanakan program kerja 2009. Rapim TNI juga akan membahas lebih lanjut mengenai kebijakan-kebijakan pembinaan TNI, kebijakan penggunaan kekuatan TNI, pebijakan peningkatan personil TNI, kebijakan reformasi TNI serta kebijakan tertib administrasi TNI.

Kepada seluruh jajaran TNI dan Polri yang hadir, Presiden SBY berpesan agar seluruh isu-isu yang diagendakan dalam rapat tersebut dapat dijalankan dengan baik di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Presiden menyatakan gembira karena TNI dan Polri memiliki prakarsa untuk bekerja sama. ”Saya juga gembira karena tahun ini Saudara memiliki prakarsa yang baik untuk menyelenggarakan rapat koordinasi untuk menyerasikan tugas masing-masing sesuai dengan amanah Undang-undang Dasar dan Undang-undang yang berlaku,” ujar Presiden SBY.

Khusus kepada seluruh jajaran TNI, Presiden mengingatkan kembali tugas konstitusional TNI, dimana TNI harus mempertahankan, melindungi dan memelihara keutuhan serta kedaulatan negara. Hingga saat ini, Presiden menilai kinerja TNI berjalan dengan sangat baik. ”TNI saya nilai cakap, cepat dan berhasil dalam tugas-tugas yang dilaksanakan, baik itu tugas-tugas yang berbentuk operasi militer, menangani bencana alam, peace keeping missions serta melawan terorisme,” puji Presiden. Presiden SBY berpesan untuk terus melanjutkan program pembangunan kekuatan, modernisasi persenjataan dan reformasi internal TNI. "Apabila ketiga hal ini dilaksanakan, kita yakin cita-cita TNI untuk menjadi tentara yang profesional, modern dan dicintai rakyatnya, dapat terwujud," tambahnya.

Sementara kepada seluruh jajaran Polri, Presiden SBY mengingatkan kembali, bahwa tugas Polri adalah untuk menjaga keamanan, menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, mengayomi masyarakat, melayani masyarkat serta menegakkan hukum. Mengenai kinerja Polri, Presiden SBY mengatakan bahwa hingga saat ini Polri mampu melaksanakan semua tugas konstitusionalnya dengan baik. Hanya saja, masih ada beberapa penanganan kejahatan yang belum maksimal, seperti kejahatan di jalanan, narkotika dan premanisme. Untuk ke depan diharapkan Polri dapat terus mempertahan dan meningkatkan prestasi kinerjanya. ”Lakukan secara intensif pemberantasan premanisme dan kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat,” ujar SBY.

Usai memberikan sambutan, Presiden SBY berkesempatan beramah tamah dengan seluruh anggota Rapim dan Rakor. Hadir pula Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkeu Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menhan Juwono Sudarsono, Kepala BAPPENAS Paskah Suzetta, Mensesneg Hatta Rajasa, MenPAN Fahmi Idris, Menneg BUMN Sofjan Djalil, Menteri PU Djoko Kirmanto, Seskab Sudi Silalahi, Jaksa Agung Hendarman Supandji serta dua Jubir Presiden, Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (mit)