Berita Utama

Pemilu Tidak Boleh Ganggu Jalannya Pemerintahan

Presiden SBY  beramah tamah dengan Kapolri  dan Panglima TNI, usai  pengarahan kepada Peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Istana Negara, hari Kamis (29/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY beramah tamah dengan Kapolri dan Panglima TNI, usai pengarahan kepada Peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Istana Negara, hari Kamis (29/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Pemilu tidak boleh mengganggu jalannya pemerintahan serta mengganggu tugas-tugas pejabat negara dan pejabat pemerintahan pusat maupun daerah. Kalau ada pejabat negara atau pemerintahan yang meninggalkan tugas-tugas pokoknya sesuai dengan amanah Undang-undang karena menjalankan agenda politiknya, tentu keliru.

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (29/1) siang saat memberi pembekalan pada peserta Rapim TNI dan Rakor Polri di Istana Negara pada hari Kamis (29/1) siang. “Pemilu adalah sebuah regularitas demokrasi, akan terjadi setiap lima tahun sekali, begitu ketetuan dalam konstitusi dan Undang-undang kita, sehingga Pemilu tudak menakutkan, tidak menyeramkan dan tidak boleh menjadi beban," jelasnya.

Presiden SBY berharap bahwa penyelenggaraan Pemilu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan Undang-undang yang berlaku. "Jika ada keberatan atau protes, lakukanlah melalui mekanisme yang teratur, dengan cara yang peaceful, dan menjadi bagian dari proses hukum. Lakukanlah secara gamblang dan jelas. Tidak bertindak sendiri-sendiri, apalagi disertai tindakan kekerasan dan perusakan. Oleh karena itu Pemilu kali ini harus dilaksanakan secara demokratis, jujur, tertib dan aman. TNI dan Polri memiliki kontribusi untuk menjaga ketertiban dan keamanan itu," jelas Presiden.

Kepada seluruh rakyat dan pemimpin, Presiden mengharapkan agar mampu mengendalikan emosinya dan emosi pendukung-pendukungnya. "Yang menang tidak perlu berpesta pora melukai perasaan saudar-saudaranya yang tidak berhasil, yang kalah tidak perlu melakukan tindakan-tindakan anarkis. Kalau ini djalakan, maka tidak perlu ada kecemasan apapun di Pemilu tahun ini," jelas SBY.

Kepada seluruh jajaran Polri, Presiden SBY mengingatkan untuk tidak menganggap mudah kondisi Pemilu. "Bahwa semua akan baik-baik saja, ringan-ringan saja. Tetapi juga tidak perlu over estimate dan melebih-lebihkan. Pasti kita akan takut sendiri sebelum kita berbuat sesuatu. Maka yang paling baik, marilah kita cegah bersama terjadinya benturan fisik, kekerasan dan kerusakan," kata SBY.

Tugas Polri, adalah untuk mencegah dan menanggulangi benturan-benturan dan kerusakan-kerusakan itu. "Cegah terjadinya korban, utamakan pendekatan persiasif, preventif dan koersif," pesan SBY. (mit)