Berita Utama

Puji Prestasi Polisi, SBY Datangi Pabrik Sabu

Presiden SBY hari Jumat (30/1) sore meninjau TKP pabrik sabu yang digerebeg polisi di  Komplek Taman Mutiara Palem, Jakarta Barat.  (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY hari Jumat (30/1) sore meninjau TKP pabrik sabu yang digerebeg polisi di Komplek Taman Mutiara Palem, Jakarta Barat. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Digerebegnya pabrik sabu-sabu berkedok warnet di Komplek Taman Mutiara Palem, Jakarta Barat oleh polisi hari Kamis (29/1) lalu, mengundang perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk mengapresiasi prestasi Polri, SBY pun meninjau TKP, hari Jumat (30/1) sore.

Warnet Dush Net sudah dikelilingi police line warna kuning ketika SBY didampingi Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dan beberapa menteri tiba di lokasi tepat pukul 17.00 WIB. Para menteri yang ikut rombongan Presiden antara lain Menko Polhukam Widodo AS, Mensesneg Hatta Rajasa, Mendagri Mardiyanto, Kepala BIN Syamsir Siregar dan Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng.

Dengan menggunakan masker karena aroma bahan kimia yang masih menyengat, SBY dan rombongan langsung naik ke lantai tiga, dimana polisi menemukan 75 Kg sabu senilai Rp. 120 milyar, dan menangkap 6 orang tersangka. Sambil memeriksa lokasi, SBY mendengarkan penjelasan Kapolri mengenai kronologi penggerebekan.

Usai meninjau TKP di lantai tiga, SBY dan rombongan segera turun ke lantai dasar. Di depan warnet atau ruko, disaksikan ratusan warga yang ingin menyaksikan kunjungan mendadak itu, SBY menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran kepolisian, Kabareskrim dan Polda Metro Jaya atas keberhasilan membongkar kejahatan ini. "Hukum harus ditegakkan," kata Presiden.

SBY mengatakan dirinya tidak ingin melihat generasi muda bangsa dihancurkan oleh narkoba. "Oleh karena itu negara, pemerintah, kepolisian, semua aparat penegak hukum akan terus melaksanakan pemberantasan kejahatan narkoba," tambahnya, disambut teriakan warga,"Hidup SBY! Hidup SBY! Hidup SBY!" Gerimis tak membuat SBY dan rombongan serta ratusan warga beranjak dari depan ruko.

Kepada seluruh warga Indonesia, Presiden berpesan untuk selalu waspada terhadap adanya keganjilan-keganjilan. "Jangan terkecoh. Sepertinya tempat ini tempat yang biasa, tapi ternyata digunakan untuk memproduksi obat terlarang. Mari kita teruskan pemberantasan kejahatan narkoba untuk bangsa dan masa depan kita. Saya minta kerja sama semua pihak untuk membantu kepolisian melakukan upaya pemberantasan narkoba ini," kata SBY. (mit)