Berita Utama

Semua Pihak Harus Lebih Bersinergi

"Krisis Global Belum Ada Tanda Akan Membaik"

Presiden SBY memimpin rapat terbatas kabinet mengevaluasi langkah-langkah stabilisasi harga, di Kantor Kepresidenan, hari  Senin (2/2) siang.(foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY memimpin rapat terbatas kabinet mengevaluasi langkah-langkah stabilisasi harga, di Kantor Kepresidenan, hari Senin (2/2) siang.(foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Perkembangan krisis ekonomi global yang terjadi saat ini masih belum ada tanda-tanda akan membaik, malah di berbagai banyak negara maju, resesi justru makin dalam, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (2/2) siang, usai memimpin rapat terbatas di Kantor Kepresidenan.

”Kalau tidak makin dalam, belum ada tanda-tanda resesi itu akan berakhir akibatnya ekspor dari banyak negara ke negara tujuan ekspor itu juga menurun. Bahkan penurunannya drastis, karena demand pada tingkat global juga menurun dan komsumsi menurun, sehingga ada masalah dengan suplay dan produksi,” jelas SBY. Kalau ada masalah dengan produksi dan suplay, lanjut SBY, maka sektor riil akan terganggu, dan sudah mulai terganggu di negara-negara pengekspor barang dan jasa itu. Negara kita juga mulai terpengaruh dalam batas tertentu sekarang ini.

Menurut SBY, ketika ekspor mengalami gangguan, maka ada masalah yang dihadapi sektor riil yang berlangsung berkaitan dengan gelombang PHK. ”Saudara mengikuti informasi setiap hari, jumlah PHK di negara-negara maju besar sekali. Tidak biasanya, Indonesia juga mengalami meskipun menurut ukuran kita masih dalam batas yang wajar, namun harus tetap kita kelola dengan sebaik-baiknya ,” ujar SBY

”Di tingkat dunia juga terjadi inflasi. Inflasi ini akan membawa kebaikan apabila tidak menyentuh batas tertentu. Tapi kalau inflasi ini dropnya luar biasa, itu bisa memberikan dampak psikologis dan justru menghalangi sektor riil memproduksi barang dan jasa. Bisa bikin lesu, dan ini juga tidak baik bagi eksisntensi dan keberlanjutan dari sektor riil ,” kata SBY.

"Terhadap itu semua, maka apa yang telah ditetapkan pemerintah yaitu 7 langkah mengatasi dampak krisis global tetap berlaku Kita menggaris bawahi dalam rapat ini agar belanja pemerintah tahun 2009 ini harus betul-betul dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, jangan ada yang terlambat, dan jangan tidak ada yang mengalir, apalagi tidak sesuai dengan tujuan dan sasaran. Saya minta ini berlaku bagi seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah, propinsi, kabupaten dan kota ,” ujar SBY

Mengenai kebijakan stimulus paket , SBY berharap pemerintah dan DPR RI bisa dengan sungguh-sungguh dan lebih cepat untuk melakukan konsultasi agar bisa segera diimplementasikan. ”Dalam keadaan seperti ini, kecepatan dan ketepatan menjadi penting. Untuk saya mengajak bukan hanya pemerintah dan DPR, tetapi juga pemerintah dengan Bank Indonesia, dunia usaha, pusat dan daerah agar lebih bersinergi lagi untuk bisa mengatasi masalah ini dengan sebaik-baiknya,” kata SBY. (win)