Berita Utama

SBY di Cikeas:

Golkar Adalah Sahabat Dekat Partai Demokrat

SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat memberi keterangan pers di kediaman Puri Cikeas, Bogor, Selasa (10/2) malam. (foto: anung/presidensby.info)
SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat memberi keterangan pers di kediaman Puri Cikeas, Bogor, Selasa (10/2) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Cikeas: Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono memberikan teguran langsung kepada Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Ahmad Mubaroq yang dinilai mengeluarkan pernyataan di luar sepengetahuan partai. "Saya juga, terus terang, terperanjat dengan isi atau content pernyataan seperti itu. Saya tidak ingin kader Partai Demokrat ceplas-ceplos dalam mengeluarkan statement sebagaimana yang terus saya sampaikan kepada keluarga besar Demokrat," jelas SBY dalam konferensi pers di kediamannya, Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2) petang.

Statement Mubaroq telah menimbulkan tanggapan dari kader Golkar dan Jusuf Kalla. SBY menegaskan bahwa tidak ada niat dari Partai Demokrat untuk melecehkan Golkar. "Yang jelas, Partai Demokrat tidak pernah berpikir untuk melecehkan Partai Golkar, tidak ada niat dan tidak ada pikiran sama sekali,” ujar SBY.

Partai Golkar, lanjut SBY, adalah sahabat dekat Partai Demokrat. Hubungan keluarga besar Partai Demokrat dan Golkar selama ini berjalan baik. “Saya sendiri secara pribadi dan Partai Demokrat juga menghormati Partai Golkar sebagai partai senior yang sudah tumbuh dan berkembang sejak orde baru,” SBY menjelaskan. “Kami melihat Partai Golkar seperti itu, sehingga tidaklah mungkin kami sebagai partai yang lebih muda bermaksud melecehkan, merendahkan, Partai Golkar."

Belajar dari kesalahan ini, SBY meminta seluruh kader dan keluarga besar Partai Demokrat agar lebih cermat dalam mengeluarkan pernyataan, cermat dalam menjawab pernyataan pers di dalam dinamika politik yang tinggi seperti sekarang ini. "Sehingga, kalau tidak hati-hati menjawabnya, bisa menimbulkan isu, sebagaimana yang terjadi hari ini. Meskipun Partai Demokrat juga sering dihantam, diserang oleh banyak pihak, saya tetap menasihati seluruh kader Demokrat untuk tetap menahan diri," ujar SBY kepada para wartawan.

"Kami sangat sadar, Demokrat adalah partai yang muda usianya. Partai kami ini berumur 8 tahun, kami masih terus belajar membangun diri, mengembangkan diri. Kami punya idealisme. Kami ingin membangun nilai dan karakter partai yang baik, sehingga suatu saat, insya Allah, Partai Demokrat menjadi partai yang menjadi milik rakyat dan milik bangsa Indonesia. Perjalanan kami masih jauh, kami masih terus belajar dari hari ke hari, kami tentu tidak pada posisi untuk mengatakan bahwa kami memiliki segalanya," SBY menerangkan.

Kepada seluruh kader Partai Demokrat, dalam Rapimnasnya, SBY meminta untuk tidak membicarakan soal calon presiden dan calon wakil presiden. "Saya sudah mengeluarkan statement enam bulan yang lalu. Saya konsisten dengan statement itu. Sekarang Partai Demokrat mesti fokus dalam pemilu legislatif," SBY mengingatkan.

Selain itu, SBY juga meminta seluruh anggota Partai Demokrat untuk tidak membicarakan soal koalisi serta calon presiden dan calon wakil presidennya. "Karena belum saatnya. Partai-partai politik, termasuk Partai Demokrat, juga sedang fokus untuk masing-masing memenangkan partainya dalam pemilu legislatif ini. Meskipun partai-partai lain barangkali sudah menimbang-nimbang siapa capres dan cawapres," jelas SBY. (mit)