Berita Utama

SBY dan Ibu Ani Tinjau `Aceh Tsunami Museum`

Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau Aceh Tsunami Museum usai meresmikan proyek-proyek Provinsi NAD dan penyerahan PNPM Mandiri, di  Banda Aceh, hari Senin (23/2) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Ani meninjau Aceh Tsunami Museum usai meresmikan proyek-proyek Provinsi NAD dan penyerahan PNPM Mandiri, di Banda Aceh, hari Senin (23/2) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Banda Aceh: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara hari Senin (23/2) siang meninjau bangunan fisik` Aceh Tsunami Museum`, yang baru saja diresmikan. Museum yang berjarak lebih kurang 200 meter dari lapangan Blang Padang tersebut memiliki empat lantai, dengan luas bangunan 6.000 M2 di atas lahan 10 ribu M2.

"Museum ini akan menjadi kulminasi kekayaan sejarah tentang dasyatnya tsunami yang kemudian menyatukan dunia dalam upaya membangun kembali kehidupan masyarakat yang sempat porak poranda," ujar Kepala Badan Pelaksana BRR Kuntoro Mangkusubroto dalam sambutannya ketika peresmian 13 proyek infrastruktur NAD.

Menurut Kuntoro, desain arsitektur karya Ridwan Kamil, pemenang sayembara desain bangunan museum, sarat dengan nilai kearifan lokal Aceh. "Rumoh Aceh yang berbentuk panggung berpadu dengan konsep atau bukit penyelamatan, gelombang laut yang mengingatkan kita akan tsunami, motif tari saman yang melambangkan hubungan sesama manusia, cahaya Allah yang melambangkan hubungan manusia dengan Tuhan, serta taman terbuka yang menyiratkan era masyarakat urban," jelas Kuntoro.

Usai meninjau museum, Presiden SBY dan Ibu Ani melanjutkan peninjauan ke pelabuhan penyeberangan Ulee Lheue yang berjarak 5 km dari Lapangan Blang Padang. Pelabuhan ini dibangun Australian Agency for International Development (AusAID) senilai lebih dari 10 juta dollar, menghubungkan ujung barat pulau Sumatera dengan pulau Weh dan Pulo Aceh.

"Dibandingkan tiga tahun yang lalu, peningkatan pelayanan hingga 50 persen berhasil dicapai, dengan kapasitas jumlah penumpang terangkut setiap harinya mencapai 900 orang. Saat ini, pelabuhan tersebut dikelola Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh, "Kuntoro menjelaskan.

Saat meninjau pelabuhan, Presiden SBY dan Ibu Ani sempat bertemu dan bersalaman dengan beberapa penumpang kapal ferry yang baru saja berlabuh. "Bagaimana perjalanannya, lancar?" Tanya SBY. "Alhamdulillah, lancar Pak," jawab salah seorang penumpang. (osa)