Berita Utama

Presiden di Lampung

"Ibarat Tsunami, Pusatnya Berada di AS, Indonesia juga Kena"

Presiden SBY menandatangani prasasti peresmian Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera Ruas Sukadana - Menggala di  Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Rabu (4/3) siang. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY menandatangani prasasti peresmian Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera Ruas Sukadana - Menggala di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Rabu (4/3) siang. (foto: rusman/presidensby.info)
Lampung: Negara Indonesia dan rakyat Indonesia akan selamat dari krisis finansial yang sedang dihadapi oleh negara-negara di dunia, apabila semua bekerja keras. "Apabila seluruh bangsa Indonesia, termasuk presiden, wakil presiden, menteri ditambah para gubernur di seluruh Indonesia bekerja untuk mengatasi keadaan, insya Allah negara kita akan selamat, dan rakyat kita dapat dilindungi dengan baik," kata Presiden SBY hari Rabu (4/3) siang pada acara peresmian Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera Ruas Sukadana - Seputih Banyak - Menggala sepanjang 86,5 KM di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung .

Sebelumnya, Gubernur Lampung dalam sambutannya , mengatakan bahwa dirinya sangat memahami apa yang sedang dialami oleh dunia. "Dunia sedang mengalami krisis perekonomian yang hebat. Apabila 11 tahun yang lalu hanya Asia yang mengalami krisis finansial, sekarang ini justru negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan Eropa yang mengalami krisis. Apabila dunia mengalami krisis, maka otomatis ekonomi mereka terganggu dan ekspor Indonesia tersendat juga karena kemungkinan besar, negara-negara berkembang tersebut mengurangi impor dari Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Presiden SBY mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan terus bekerja sekuat tenaga untuk mengatasi permasalahan ekspor Indonesia. Pemerintah akan terus bekerja sama dengan pihak perbankan, dunia usaha dan para ekonom untuk mencarikan solusi agar rakyat tidak mengalami kesulitan. "Namanya krisis dunia, namun Indonesia juga terkena dampaknya. Ibarat tsunami, pusat tsunami di Amerika Serikat, terus bergerak di seluruh dunia, negara kita kena. Oleh karena itu, tidak adil kalau negara-negara itu tidak berbuat," jelas Presiden SBY.

Ditambahkan, beberapa hari lalu Presiden beserta beberapa menteri menghadiri KTT ASEAN di Thailand. "Bersama 10 pimpinan negara ASEAN, kita bekerja bagaimana mengatasi keadaan agar negara kita bisa mengurangi dampak krisis ini," jelas SBY. Usaha pemerintah Indonesia tidak sampai di situ saja. "Insya Allah Indonesia akan datang pada pertemuan G-20 untuk sekali lagi membahas bagaimana secara global bersama-sama kita bisa atasi krisis ini agar tidak berkepanjangan. Apa yang saya lakukan, baik di tanah air bersama jajaran pemerintah lain, apa yang saya lakukan di pertemuan puncak di Thailand dan London agar kita bisa perjuangkan kepentingan Indonesia, agar perekonomian kita bisa kita lindungi," kata Presiden.

Menurut Presiden SBY, usaha untuk mengatasi krisis serta mengurangi kemiskian dan pengangguran, tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Kemiskinan tidak bisa berkurang hanya dengan iklan, dengan spanduk, seminar meskipun seminar itu penting, talk show yang juga bagian dari dmeokrasi, tapi yang bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran adalah kerja nyata kita semua, seperti yang dilakukan gubernur, bupati dan walikota kita," jelas SBY. (mit)