Berita Utama
Kamis, 19 Maret 2009, 22:49:19 WIB
Presiden Buka Rakernas dan HUT IPHI
Peradaban Islam Harus Kita Bangkitkan Kembali
Presiden SBY didampingi Ibu Ani menyalami para peserta dalam pembukaan Rakernas VIII sekaligus HUT XIX IPHI, di JCC, Kamis (19/3) malam. (foto: rusman/presidensby.info)
Ketua IPHI Mubarak dalam sambutannya mengatakan bahwa Rakernas dan HUT IPHI kali ini sangat penting artinya mengingat bertepatan dengan bulan Rabiul Awal, memberi nuansa Maulid serta momentun sangat penting bagi bangsa Indonesia, yakni dilaksanakannya Pemilu. "IPHI terbentuk tahun 1990, dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang," kata Mubarak.
Sementara itu Menag Maftuh Basyuni mengatakan upaya memperbaiki kualitas pelaksanaan ibadah haji terus dilakukan secara konsisten, dan telah dilakukan secara bertahap dan terencana dalam waktu kurung waktu 4 tahun terkahir ini. "Antara lain sejak tahun 2005 kita memperbaiki manajemen dengan merombak komposisi petugas haji dan menghapuskan fasilitas yang diberikan selama ini kepada pejabat dan tokoh masyarakat," kata Maftuh Basyuni.
Dalam sambutannya Presiden SBY berharap IPHI dapat turut berkontribusi dalam mengembalikan kejayaan peradaban Islam di dunia. "Sejarah mencatat pada milenium pertama sejak awal abad ketujuh hingga abad ke 15 peradaban Islam pernah mencapai jaman keemasannya. Pada waktu itu umat Islam menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Umat Islam banyak memberikan solusi pada permasalahan umat manusia sedunia. Namun pada milenium kedua, akibat ekspansi imperialisme dan kolonialisme, umat Islam relatif tertinggal. Peradaban Islam pun surut kebelakang. Kini roda sejarah terus berputar. Di era milenium ketiga yang kita masuki sekarang ini, peradaban Islam harus dapat kita bangkitkan kembali," kata Presiden.
Presiden juga mengajak keluarga besar IPHI untuk menjadikan momentum peringatan HUT ke XIX ini sebagai media intropeksi bagi peningkatan peran di masa depan. "Tingkatkan karya dan pengabdian kaum muslimim, utamanya para haji dalam pembangunan nasional. Perkuat kesetiakawanan nasional dan kepedulian sosial sesuai dengan ajaran agama kita. Bangun ahklatul karimah, akhlak yang sangat penting untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera," tambahnya.
Presiden juga mengajak umat Islam Indonesia untuk tetap bersatu, dimana saat ini rakyat Indonesia sedang bersiap menghadapi pemilu. "Saya mengajak kepada keluarga besar IPHI di seluruh tanah air untuk turut menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2009. Mari kita sikapi Pemilu 2009 sebagai keniscayaan dan regularitas kehidupan demokrasi yang harus kita tunaikan setiap 5 tahun. Mari kita laksanakan pemilu yang teduh dan taat pada pranata hukum," kata SBY. "Kita tentu memahami parpol pilihan saudara mungkin berbeda beda. Namun perbedaan pilihan tidak boleh memecah persatuan dan kesatuan diantara kita semua. Mari kita jaga persatuan bangsa kita agar tetap utuh," kata SBY.
Tampak hadir, Ketua MPR-RI Hidayat Nurwahid, Mensesneg Hatta Rajasa, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkominfo Muh. Nuh, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan Mantan Wapres Try Sutrisno. (win)



