Berita Utama

Presiden Pimpin Rapat Terbatas Kabinet

Presiden: Saya Ingin Pemilu Berjalan dengan Baik, Tidak Ada Kecurangan dan Penyimpangan

Presiden SBY memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden hari Senin (23/3) sore.(foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden hari Senin (23/3) sore.(foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Senin (23/3) sore memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden. Ratas kali ini membahas tiga agenda. Agenda utama adalah di bidang politik, hukum dan keamanan. "Saya ingin kita bisa merespon pemberitaan di luar yang menyangkut pelaksanaan Pemilu, terutama terkait dengan isu DPT," kata SBY di awal rapat.

"Saya mengamati perkembangan yang ada di masyarakat luas dan pernyataan yang dilontarkan beberapa tokoh politik seolah-olah ada hal yang tidak benar dalam DPT ini. Saya ingin pemerintah proaktif dengan cara apa yang bisa dibantukan kepada KPU agar betul-betul hal-hal yang tidak sepatutnya terjadi, tidak terjadi. Kita ingin agar pemilu berjalan dengan baik, tidak ada kecurangan dan penyimpangan," lanjutnya.

Presiden SBY juga mendorong jajaran Bawaslu, Panwaslu, dan semua yang berkepentingan langsung dalam penyusunan DPT ini. "Jelaskan ke masyarakat duduk masalah yang sesungguhnya. Jangan sampai Pemilu belum diselenggarakan sudah ada keresahan," SBY menegaskan.

Agenda kedua adalah implementasi dari fiskal, stimulus package. "Agar betul-betul kita dapat mengambil langkah-langkah yang semestinya untuk meminimalkan dampak resesi perekonomian global," ujar SBY. Agenda ketiga dibidang kesejahteraan rakyat. "Saya tolong diupdate program-program pro rakyat seperti PNPM Mandiri dan KUR," seru SBY.

Hadir dalam rapat terbatas tersebut antara lain, Menko Polhukkam Widodo A.S., Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mensos Bachtiar Chamsyah, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji. (osa)