Berita Utama

Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Kwitang

Presiden: Sejarah Mencatat, Nabi Muhammad Melaksanakan Perubahan Maha Besar

Presiden SBY  menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Islamic Center Indonesia, Kwitang, Jakarta Pusat, hari Kamis (26/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Islamic Center Indonesia, Kwitang, Jakarta Pusat, hari Kamis (26/3) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Kalau kita ingin mencontoh dan meneladani Nabi Muhammad Rasulullah SAW, kita harus ihklas tidak boleh hanya berpura-pura. Berpura-pura sabar, berpura-pura tegar, berpura-pura santun dan sebagainya. Mari kita belajar betul memperbaiki kepribadian kita yang jauh dari sempurna ini. Dengan demikian semuanya adalah pemimpin, paling tidak memimpin diri sendiri dan memimpin keluarga

Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Majelis Ta'lim Al Habib Ali Al Habsy di Islamic Center Indonesia Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (26/3) sore. Acara ini dihadiri antara lain Menteri Agama Maftuh Basyuni, Gubernur DKI Fauzi Bowo, dan para Duta Besar negara-negara Islam serta puluhan ribu jamaah.

"Kita mengetahui Rasulullah adalah seorang yang sangat sabar dan tegar menghadapi ujian, tantangan dan cobaan. Seorang yang lembut hati dan baik tutur katanya, santun dan bijak. Beliau tegas dalam menegakkan hukum dan keadilan. Beliau menaburkan kasih saya kepada umat dan sesama. Beliau anti kekerasaan. Beliau memiliki ahlak yang sangat mulia dan tiada tandingannya. Dan apabila beliau mempertahankan kehormatan dengan berperang sebagai jalan, berperang karena harus mempertahankan kehormatan, kedaulatan dan harga diri umat Islam yang beliau pimpin," ujar SBY.

"Rasulullah adalah pemimpin besar, pemimpin agung. Bukan hanya bagi bangsa Arab, tetapi juga bagi umat sedunia. Sejarah mencatat, beliau melaksanakan perubahan maha besar. Beliau memimpin umat dan berhasil membangun peradaban Islam dengan mengubah dari jaman kegelapan menjadi jaman yang ditaburi cahaya iman. Beliau juga mampu membangun bangsa da negara yang sekarang disebut nation building dan state building," lanjutnya.

"Beliau memimpin dengan memahami dan menyikapi bahwa perubahan yang harus dilaksanakan itu mesti dilaksanakan secara bertahap, tetapi berlanjut dan tidak pernah berhenti. Beliau tidak melaksanakan perubahan yang radikal. Rasulullah dalam melakukan perubahan pandai menjaga keseimbangan. Karena seimbang maka negaranya stabil, dan mengajak serta melibatkan semua untuk membangun masa depan yang baik. Beliau memilih jalan tengah dan tidak menyukai kekerasan dalam mencapai tujuan," ujar SBY. (win)