Berita Utama
Jumat, 27 Maret 2009, 12:52:35 WIB
Mewakili Asia Tenggara dan Negara Berkembang
Presiden akan ke London Menghadiri KTT G-20
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 30 Maret hingga 2 April 2009 akan melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20. Menurut Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, KTT G-20 ini merupakan pertemuan kedua para Kepala Negara setelah KTT G-20 sebelumnya di Washington DC, Amerika Serikat, bulan November 2008 lalu."Pertemuan kedua KTT G-20 ini akan menindaklanjuti KTT G-20 di Washington DC yang telah menghasilkan Leader's Declataion dari Action Plan dalam ragka penanganan krisis ekonomi global. "Implikasi dari Leaders' Declaration tersebut adalah mendorong anggota G-20 untuk mengambil inisiatif dalam mengatasi krisis keuangan global yang terjadi saat ini, dengan titik berat kepada upaya-upaya untuk menanggulangi krisis yang sedang terjadi, serta mengidentifikasi upaya apa yang dapat dilakukan oleh negara-negara G-20 untuk mencegah terjadinya krisis serupa di masa mendatang," kata Dino Patti Djalal, didampingi oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Dede Basri dan Deputi Menko Perekonomian, Mahendra Siregar.
Ditambahkan, Indonesia terus mendorong agar pertemuan KTT G-20 ini dapat memberikan hasil yang kongkrit dalam memecahkan masalah krisis keuangan global, termasuk dampaknya bagi negara-negara yang sedang berkembang. "Dalam hal ini diperlukan solusi cepat dalam penyelesaian masalah perbankan di Amerika Serikat dan Eropa, termasuk adanya penyelesaian aset-aset bermasalah, pembentukan Global Expenditure Fund dan reformasi sistem keuangan global," tambahnya.
Selama kunjungan kerjanya di London, Presiden SBY dijadwalkan akan melaksaakan pertemuan-pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin dunia yang juga akan menghadiri KTT G-20 di London. "Antara lain dengan PM Australia, Sekjen PBB, juga dengan Perdana Menteri Inggris," ujar Dino Patti Djalal. Selain itu, Presiden SBY juga direncanakan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, namun akan dipersiapkan lebih jauh lagi mengenai rincian teknisnya.
Walaupun sibuk dengan kegiatan kampanye, Presiden SBY hadir di dalam KTT G-20, karena KTT ini penting bagi kesehatan ekonomi dunia dan Indonesia. "Ini adalah tanggung jawab Presiden sebagai kepala negara dan presiden. Di dalam KTT G-20 di London ini, Presiden SBY tidak hanya mewakili Indonesia, tetapi juga menyuarakan kepentingan negara-negara di Asia Tenggara dan kepentingan negara-negara berkembang. Oleh karena itu, Presiden SBY memutuskan untuk hadir membawa bendera Indonesia di KTT G-20 ini, untuk berusaha menyembuhkan dunia yang mengalami krisis," ujar Dino.
Presiden SBY yang melakukan kunjungan kerja ke London didampingi Ibu Negara, direncanakan juga akan menyampaikan pidato di London School of Economic and Political Science (LSE) pada tanggal 31 Maret 2009.
Sementara itu Deputi Menko Perekonomian Mahendra Siregar menambahkan, Indonesia menginginkan KTT G-20 ini memberikan keputusan yang nyata dan kongkrit, terutama dalam mencari solusi agar kita secara bersama-sama mencari jalan keluar dari krisis global ini dengan tidak mengorbankan kepentingan negara-negara berkembang
"Dalam KTT G-20 nanti, diharapkan bisa dilakukan kesepakatan untuk melakukan koordinasi kebijakan makro di tingkat global, sehingga terdapat kesepakatan diantara seluruh anggota dan di luar anggota G-20 mengenai langkah-langkah apa yang dapat dilakukan secara bersama," jelas Mahendra. Kesepakatan tersebut meliputi langkah-langkah untuk memperbaiki neraca perbankan dari toxic/distress asset dan rekapitalisasi perbankan di AS dan Eropa, kebijakan moneter diperlonggar dengan penurunan suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit perbankan serta penanganan utang swasta atau korporasi yang tidak bisa direstrukturisasi di negara berkembang,tambahnya. (mit)



