Berita Utama

"Isu Penggelembungan DPT Perkembangannya Semakin Aneh"

Medan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keprihatinannya atas adanya isu-su penggelembungan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang perkembangan semakin hari semakin aneh, dan arahnya ada desain untuk curang. Kepada wartawan di Medan hari Sabtu ( 28/3) sore, Presiden mengatakan, “Isu penggelembungan DPT ini saya melihat perkembangannya menjadi aneh. Meskipun KPU sudah menjelaskan, Kapolri sudah menjelaskan, mendagri sudah menjelaskan, tapi seolah-olah ditimbulkan pasti curang, pasti curang. Yang dianggap curang urusan DPT, lantas pemerintah, lantas Presiden, lantas SBY, ini sesuatu yang tidak sehat. Oleh karena itu saya berharap semua Lembaga Negara, mari kita buktikan bersama-sama, tidak ada titik atau celah kecurangan yang bisa mengganggu obyektifitas dari pemilu itu,” tegas SBY.

“Sangat jelas, siapa berbuat apa. Apa tugas Panwaslu, Bawaslu, apa tugas KPU, KPUD, dan apa tugas semua yang harus kita jalankan sebaik-baiknya. Dan saya prihatin, karena arahnya ada desain untuk curang. Saya kira jauh dari niat untuk bikin cacat dalam pemilu yang sama-sama ingin kita sukseskan dengan sebaik-baiknya ini," lanjut SBY.

"Oleh karena itu saya telah mendapat laporan dari menteri terkait, dan allhamdulillah, isu di Jawa Timur itu sudah semakin terang, siapa yang melakukan rekayasa atas daftar DPT itu. Saya hanya berpesan, tegakkan hukum kebenaran dan keadilan. Dalam proses hukumnya, saya minta seterbuka mungkin, setransparan mungkin, agar rakyat bisa mengetahui apa yang terjadi. Jangan saling curiga diantara kita. Buka segamblang-gamblangnya, gunakan logika, siapa berbuat apa. Ini tidak main-main. Kejahatan seperti ini meresahkan, memalsukan blangko yang tidak ada,” jelas SBY.

Presiden SBY ingin semuanya itu terbuka, agar duduk persoalannya jelas. "Dengan demikian tidak ada orang yang berpikir bahwa pemilu ini pasti curang. Kita lakukan sesuatu. Jangan korbankan rakyat, jangan korbankan situasi politik dan keamanan yang alhamdulillah pada tahun-tahun terakhir ini telah berjalan dengan baik. Mari kita bersama bertanggung jawab untuk mengamankan pemilu ini. Ada masalah, selesaikan dengan baik. Ada UU, ada peraturannya, dan ada lembaga yang berkompeten. Saya percayakan penuh pada semua Lembaga Negara yang memiliki tanggung jawab, dan saya percayakan penuh pada penegak hukum untuk menegakan hukum secara transparan, supaya rakyat Indonesia mengetahui semua duduk perkaranya,” ujar SBY. (win)