Berita Utama

Presiden Ceramah di London School of Economics

Indonesia Jadi Jembatan Peradaban Dunia

Presiden SBY hari Selasa (31/3) sore waktu London atau malam di Indonesia, menyampaikan ceramah di London School of Economics and Political Science.(foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY hari Selasa (31/3) sore waktu London atau malam di Indonesia, menyampaikan ceramah di London School of Economics and Political Science.(foto: abror/presidensby.info)
London: Selasa (31/3) sore waktu setempat atau malam di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan ceramah di London School of Economics and Political Science. Ceramah bertajuk Indonesia: Regional Role, Global Reach ini dihadiri lebih dari seratus mahasiswa dan dosen. Ketika membacakan presentasi maupun menjawab pertanyaan, Presiden kerap mendapat applaus meriah.

Menurut Presiden, Indonesia kini tumbuh menjadi negara demokasi terbesar ketiga di dunia, setelah India dan Amerika Serikat. "Kami adalah negara demokrasi terbesar dan terkuat di Asia Tenggara," kata SBY.

Indonesia juga menjadi contoh nyata bahwa antara demokrasi, Islam, dan modernitas bisa bergandengan tangan secara harmonis. "Reputasi kami dalam soal toleransi dan harmoni bukan sesuatu yang baru, melainkan kerja keras kami dalam waktu yang panjang. Melalui proses yang terus dikembangkan dan berasal dari tradisi untuk selalu mencari konsesus, yakni melalui musyawarah untuk mufakat," Presiden menjelaskan.

Karena sejarah panjang itulah, tiga kultur besar dunia, yakni orientalisme, Islam, perdaban Barat, seolah menemukan rumahnya di Indonesia. "Kami telah menerima menerima peran baru. Kami menjadi jebatan yang alamiah antara dunia Barat di satu sisi dan Islam serta oriantalisme di sisi lain," ujar SBY.

Itulah mengapa Indonesia mengorganisasikan dan mendukung dialog-dialog antar keyakinan, antar kebudayaan, dan inter-media. "Bukan hanya ungtuk alasan komunitas nasional kami, melainkan juga untuk negara-negara di kawasan Asia Pasifik. (mit/har)