Berita Utama
Kamis, 2 April 2009, 15:41:44 WIB
Soal Komunike KTT G-20
Tinggal Koreksi Kata dan Kalimat
London: Sebagian besar negara peserta KTT G-20 telah menyepakati hal-hal mendasar untuk mengatasi dampak krisis global. Hanya perlu sentuhan-sentuhan kecil dalam redaksional komunike, kata Menkeu/Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, di Grosvenor House, Hotel JW Marriott, Kamis (2/4) pagi waktu setempat.Perbedaan antara negara-negara anggota, soal mana lebih penting, stimulus atau regulasi, telah berhasil diselesaikan pada acara jamuan santap malam pada pimpinan G-20, di Downing Street 10, kemarin malam. "Ada tanda-tanda konvergensi (antara kedua isu itu), karena keduanya penting dan bisa dilakukan. Dalam pertemuan nanti lebih membahas pada pilihan kata-kata dan kalimat agar bisa diterima semua pihak," ujar Sri Mulyani.
Komunike yang akan dikeluarkan pada akhir KTT G-20 ini diharapkan menampung semua kepentingan negara anggota. Pertama, kebutuhan untuk memberikan pesan bersama bahaw unity atau kesatuan itu ada di antara pemimpin G-20. Kedua, adanya agreement perlunya koordinasi dan kesepakatan mengenai regulasi. "Hanya penekanannya mungkin sedikit berbeda dan ini akan dibahas nanti. Secara spirit, unity itu menjadi sangat penting dan nampaknya itu dipahami oleh para pemimpin dunia," Sri Mulyani menambahkan.
Kemarin malam waktu setempat atau Kamis (2/4) dinihari di Indonesia, Presiden SBY sempat bertemu Presiden AS Barack Obama ketika menghadiri resepsi yang diadakan Ratu Elizabeth di Istana Buckingham maupun jamuan santap malam yang diselenggarakan PM Inggris Gordon Brown di Downing Street 10. Pada kesempatan itu Obama mengucapkan 'Selamat Datang' dan 'Apa Kabar' kepada Presiden SBY.
"Juga ada cerita-cerita menarik di antara itu yang menggambarkan eratnya hubungan Indonesia-AS, dan apa-apa yang menjadi pemikiran Indonesia didukung karena bersamaan dengan kepentingan negara lain," Sri Mulyani menjelaskan. Presiden SBY juga sempat berbicara dengan Michelle Obama. "Very good conversation," Sri Mulyani menambahkan. (mit/har)



