Berita Utama

Di Surabaya

Presiden Bersilaturahmi dengan 4.500 Guru

Surabaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Ani, hari Jumat (3/4) malam bersilaturahmi dengan sekitar 4.500 guru peserta program Untukmu Guruku 2009, di Basketball League Arena, Kompleks Gedung Pers Graha Pena, Surabaya. Acara yang digagas Jawa Pos Group tersebut juga dihadiri Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menkominfo M. Nuh, dan Mensesneg Hatta Rajasa.

Pembina program Untukmu Guruku yang juga CEO Jawa Pos Group, Dahlan Iskan, dalam laporannya menjelaskan bahwa program ini adalah untuk merespon program pemerintah yang sangat baik di bidang peningkatan mutu pendidikan. "Kami tahu bahwa pemerintah sedang mengupayakan peningkatan pendidikan dengan melakukan sertifikasi guru agar cara mengajar guru semakin hari semakin baik," terang Dahlan.

"Kami juga mencatat bahwa pemerintah sekarang sangat cerdas dalam pengadaan buku pelajaran. Kami merespon karena kami melihat banyak pihak yang menghambat program ini. Jawa Pos memutuskan untuk mencetak buku murah tersebut sebanyak 15 juta buku," kata Dahlan. "Dengan mencetak buku murah ini, penghematan orangtua murid sudah Rp. 350 milyar dalam beberapa bulan dari cetakan Jawa Pos saja," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menyaksikan penyerahan penghargaan kepada Muhamad Sholeh Mawardi sebagai Juara Pertama Guru Ideal, dan Ariani Kusumaningrum sebagai Juara Pertama Penulisan Artikel yang diserahkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Presiden SBY mengungkapkan kegembiraannya dapat bertemu dengan para guru. "Rasa lelah saya menempuh perjalanan panjang dari London hilang seketika dengan bertemu guru-guru yang berkumpul," seru SBY yang disambut sangat meriah oleh 4500 guru.

"Pemerintah terus meningkatkan kualitas pendidikan. Sejak mengemban amanah tahun 2004, pemerintah ingin meletakkan guru di tempat yang mulia. Akhirnya pada tahun 2004 kita tetapkan guru sebagai profesi. Tahun 2005 lahir undang-undang pendidikan nasional. Sekarang peraturan pemerintah telah kita keluarkan, tentang pendanaan pendidikan, tentang wajib belajar, dan tentang guru agar upaya kita untuk meningkatkan pendidikan terus berlanjut karena merupakan bagian dari sistem dan kebijakan yang kita anut," SBY menjelaskan.

Pemerintah ingin terus konsisten. "Kalau sudah menjadi sistem, menjadi kebijakan ya terus berlanjut. Jangan berubah-ubah sehingga membingungkan rakyat," tegasnya. Ribuan guru yang hadir malam itu telah mengikuti beragam pelatihan seperti program diklat IT, pembelajaran inovatif, program menulis bahan ajar, dan program menulis karya ilmiah guru. (osa)