Berita Utama
Sabtu, 4 April 2009, 11:00:11 WIB
Presiden:
Ada Revolusi Diam-diam di Bidang Pendidikan
Surabaya: Di Indonesia, sesungguhnya ada silent revolution atau revolusi diam-diam yaitu di bidang pendidikan. Oleh karena itu sayang sekali kalau momentum untuk peningkatan pendidikan itu disia-siakan. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat secara mendadak didaulat untuk membuka Konferensi Guru Besar dan Profesor di lobby hotel Shangri-la, Sabtu (4/4) pagi."Bukan hanya menyangkut sistem, metodologi, anggaran dan lain-lain, bahwa pendidikan di Indonesia itu suatu hari, sepuluh sampai 15 tahun mendatang dapat meningkatkan daya saing bangsa, meningkatkan kemandirian nasional dan membangun peradaban kita. Semuanya itu, yang ingin kita bangun dan tuju adalah peradaban bangsa yang luhur dan mulia. Membangun peradaban bangsa, jalannya adalah pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya," tambahnya.
"Politik, ekonomi, dan perdagangan barangkali mengemuka dan masuk dalam pemberitaan media massa, tetapi barangkali tidak cukup dan harus diangkat satu upaya gigih dan terus menerus dari para pendidik yang akan membuat pendidikan kita makin berkualitas dan akhirnya menghasilkan output sebagai bangsa yang kompetitif," SBY menjelaskan.
Kepada para profesor dan guru seluruh Indonesia, Presiden SBY menyerukan untuk secara bersama mengubah pendidikan di Indonesia secara fundamental dan secara budaya. "Dengan nilai-nilai yang sama-sama kita anut, bagaimana bangsa Indonesia dididik, dimajukan, dan dibangun untuk masa depan yang kita inginkan bersama," tegas SBY.
Usai memberi sambutan dan membuka konferensi, Presiden SBY beserta Ibu Negara dan rombongan segera menuju Bandara Internasional Juanda dan bertolak menuju Yogyakarta. Di Yogya, SBY sebagai Dewan Pembina Partai Demokrat akan menggunakan hari liburnya untuk berkampanye di Alun-alun Utara Yogyakarta pada pukul 15.00 s/d pukul 15.45 WIB. (osa)



