Berita Utama

Presiden Terima KPU

Perencanaan dan Persiapan Yang Baik Adalah 50 Persen Dari Keberhasilan

Presiden SBY menerima KPU  yang melaporkan persiapan untuk melaksanakan Pemilu 2009, di Istana Negara, Selasa (7/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menerima KPU yang melaporkan persiapan untuk melaksanakan Pemilu 2009, di Istana Negara, Selasa (7/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (7/4) pagi menerima KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang melaporkan berbagai hal penting menyangkut kesiapan dalam melaksanakan Pemilu 2009, utamanya pemilu DPR,DPD, dan DPRD. Menurut Presiden, perencanaan dan persiapan yang baik adalah 50 persen dari keberhasilan.

“Insya Allah dengan perencanaan, persiapan yang baik, penyelenggaraan pemilu 2009 dapat berjalan dan dilaksanakan dengan baik. Keyakinan saya, dengan apa yang akan dilaporkan KPU, posisi hari ini, karena sekarang sudah tanggal 7, dua hari lagi hari pemungutan suara, maka KPU dengan jajarannya sudah siap. Bawaslu dan jajarannya sudah siap, demikian juga POLRI,TNI dan pihak lain yang juga ikut memastikan pemilu ini berlangsung dengan baik, juga sudah siap," kata Presiden.

"Namun saya menyadari, selalu ada hal-hal yang tidak diduga karena dinamikanya begitu tinggi. Meski telah dipersiapkan dengan baik selama ini, tapi ada yang satu dua yang belum siap benar. Nah, dalam hal itu, maka perlu satu tindakan cepat dan tepat. Jangan ragu-ragu ambil tanggung jawab, lakukan agar penyelenggaran pemilu ini berlangsung dengan baik, tentu saja segaris dengan ketententuan UU dan peraturan yang berlaku,” tegas SBY.

Presiden menilai secara umum pelaksanaan kampanye pemilu legislatif baik yang terbatas dalam 7 -8 bulan lamanya, maupun yang terbuka berupa rapat umum yang berlangusung selama tiga minggu, berjalan dengan baik di seluruh tanah air. “Ada barangkali yang disebut pelanggaran. Secara umum, menurut saya, berlangsung dengan baik tidak ada insisden yang berarti, tidak ada gangguan keamanan yang melebihi kewajaran. Sekali lagi saya mengucapkan terimah kasih kepada KPU, KPUD, Panwaslu ,Polri , TNI, kepala daerah, dan apresiasi yang tinggi kepada semua parpol termasuk para pimpinan dan elit dari parpol, karena meskipun kompetisi itu keras, semuanya akhirnya bisa menahan diri. Ini contoh yang membanggakan bagi perjalanan demokrasi di negeri kita,” kata SBY.

"Untuk itu momentum ini harus dipelihara, karena sebentar lagi pemilu, lalu perhitungan suara dan seterusnya sampai pemilihan presiden dan wapres. Mungkin kita tidak menyadari bahwa kita tengah mengukir sejarah. Sejarah baru di negeri tercinta ini , sejarah yang akan mencatat bahwa pemilu di negeri kita semakin berkwalitas dan demokrasi kita semakin matang. Banyak negara sedang mengalami krisis demokrasi, termasuk negara-negara di Asia, defisit pada nilai dan praktek demokrasi. Semoga kita tidak. Demokrasi kita justru mekar dan kita semua menjadi sebahagian pelaku sejarah untuk memastikan, sekali lagi, pemilu ini berlangsung dengan baik dan demokrasi kita terus berkembang,“ jelas SBY.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua DPR Agung Laksono, Ketua MA Harifin Tumpa, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Kesra Aburisal Bakrie, Plt. Menko Perekonomian Sri Mulyani, Mendagri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Rajasa, Menkum dan HAM Andi Mattalata, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri, Ketua KPU Hafiz Anshary beserta anggota KPU lainnya, serta Ketua Bawaslu Nurhidaya Sardini. (win)