Berita Utama

KPU, Panwaslu dan Bawaslu Diminta Agar Tepat dan Hemat Bila Mengeluarkan Pernyataan Pers

Presiden SBY didampingi Ketua DPR-RI Agung Laksono, menerima KPU  yang melaporkan persiapan untuk melaksanakan Pemilu 2009, di Istana Negara, Selasa (7/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ketua DPR-RI Agung Laksono, menerima KPU yang melaporkan persiapan untuk melaksanakan Pemilu 2009, di Istana Negara, Selasa (7/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak, baik KPU, KPUD, Bawaslu dan Panwaslu, dalam mengeluarkan pernyataan baik di media cetak maupun di media elektronik, agar betul-betul tepat, terukur dan hemat. Harapan itu disampaikan Presiden SBY saat menerima KPU di Istana Negara, Selasa (7/3) pagi. "Pers harus diberikan informasi karena mereka juga mengawal demokrasi ini agar berkualitas transparan akuntabel. Pers memang punya kewajiban untuk itu," kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan, memang suasana politik menjelang pemilu itu panas. Negara manapun begitu. “Alhamdulillah saya melihat tanda tanda yang indah, kita masih bisa menahan diri tidak kebablablasan. Selama ini kompetisi keras dan tinggi, barangkali di atas panggung saling menyerang. Itu tidak usah dilebih-lebihkan, memang begitu. Kampanye negatif ikut, kampanye hitam ikut, itu realitas kok. Rumor, fitnah dan lain-lain hadir. Oleh karena itu solusinya semua lembaga negara, utamanya KPU dan jajarannya, Bawaslu dan jajarannya, harus sungguh profesional dan cakap menjalankan tugasnya," tambahnya

"Saya berpesan satu saja, karena media massa akan mengisi ruang-ruang demokrasi dengan liputan-liputan, baik media cetak maupun elektronik, maka kita semua KPU, KPUD, Bawaslu, Panwaslu dalam mengeluarkan statement agar betul-betul tepat, terukur, hemat, jangan terpancing, oleh pancingan pers barangkali, ” kata SBY. (win)