Berita Utama
Rabu, 8 April 2009, 11:13:36 WIB
Presiden Lakukan Video Conference dengan Gubernur
Presiden Minta Daerah Cepat dan Tepat Mengatasi Masalah
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, berdialog dengan gubernur seluruh Indonesia melalui video conference dari Istana Negara, Rabu (8/4) pagi. Dalam dialog tersebut, hampir seluruh gubernur hadir. Mereka didampingi KPUD, Kapolda, dan anggota Muspida masing-masing. Acara diawali dengan sambutan pembukaan dari Presiden SBY, kemudian tujuh perwakilan gubernur secara bergantian melaporkan kesiapan daerahnya menyelenggarakan Pemilu Legislatif, 9 April 2009 besok.Atas nama negara dan pemerintah, Presiden SBY mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemda, lembaga pemerintahan yang bertugas di masing-masing provinsi, dalam membantu kelancaran proses Pemilu 2009. “Mendagri telah melapor kepada saya dan Wakil Presiden bahwa saudara telah melakukan pertemuan yang cukup intensif dan substantif bersama Mendagri dan pemerintahan pusat untuk memastikan bahwa semua telah siap untuk melaksanakan Pemilu Legislatif,” kata SBY.
“Kesimpulan yang saya dapatkan dari saudara Mendagri, meskipun selalu ada permasalahan-permasalahan teknis, semua dinilai siap untuk melaksanakan pemilu. Perencanaan dan persiapan yang baik adalah 50 persen dari keberhasilan dan suksesnya kegiatan yang kita lakukan,” ujar SBY. Meskipun semuanya sudah dipersiapkan dengan baik, Presiden SBY mengingatkan bahwa selalu akan ada dinamika. “Ada sesuatu yang tidak terduga. Oleh karena itu, manakala muncul permasalahan di lapangan, sesuai dengan ketentuan undang-undang dan kewenangan masing-masing, agar mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat. Jangan sampai permasalahan menjadi akumulatif,” SBY menegaskan.
Pemilu adalah regularitas demokrasi. UUD 1945 mengatakan bahwa setiap lima tahun sekali dilaksanakan Pemilu untuk penyegaran kepemimpinan dan penyegaran pengelolaan kehidupan bernegara. “Oleh karena itu tidak perlu sangat dicemaskan, bahwa kita tidak bisa menyelenggarakan pemilu dengan baik,” SBY menambahkan.
Presiden mengajak seluruh pihak untuk tidak memaknai kegiatan penting itu sebagai kegiatan rutin belaka. “Kalau berpikir kita rutin, kita tidak bisa merespon dengan cepat manakala terjadi dinamika dan perubahan-perubahan keadaan. Marilah kita jadikan kegiatan pemilu ini menjadi suatu kegiatan yang harus kita kelola dengan baik dan kita sukseskan bersama,” jelas SBY.
“Kita sesungguhnya tengah mengukir sejarah baru di Indonesia. Demokrasi telah makin mekar. Dalam lima tahun terakhir ini, demokrasi kita telah go local, pilkada dilaksanakan dengan sistem pemilihan langsung. Ini membuktikan bahwa demokrasi kita berada di tahapan yang baik, manakala di banyak negara termasuk negara-negara di Asia, sekarang ini sedang terjadi krisis demokrasi, defisit dari nilai-nilai dan praktik demokrasi. Oleh karena itu mari terus kita matangkan dan mekarkan demokrasi di negeri ini,” SBY menandaskan.
Sekali lagi Presiden SBY menegaskan bahwa berkat kerja keras semua pihak dan seluruh rakyat Indonesia, dunia telah memberikan apresiasi terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia dan upaya kita untuk membangun sistem hukum dan sistem pemerintah yang lebih credible. “Ini adalah tugas besar yang masih harus terus kita kawal dan lanjutkan,” serunya.
Turut mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri Mardiyanto, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Panglima TNI Djoko Santoso, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala BIN Samsyir Siregar. Sementara para gubernur yang mengikuti video conference dengan Presiden SBY, antara lain, Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, dan Gubernur Papua Barnabas Suebu. (osa)



