Berita Utama
Kamis, 9 April 2009, 22:24:53 WIB
Presiden di Cikeas
Pemilu Berjalan Baik, Gangguan Bisa Diatasi
Cikeas: Dari kegiatan pemungutan suara yang berlangsung hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyimpulkan telah berjalan relatif baik dengan berbagai catatan, terutama menyangkut pelaksanaan teknis di lapangan dan sedikit gangguan keamanan. Demikian disampaikan Presiden SBY dalam pernyataannya kepada wartawan di kediaman pribadinya, Puri Cikeas Indah, Bogor, Kamis (9/4) malam."Sebagai kepala negara, dari apa yang saya pantau dan juga yang dilaporkan, pelaksanaan pemungutan suara hari ini berjalan relatif baik. Ada sejumlah gangguan keamanan, utamanya di Papua. Ini juga telah kita antisipasi dan gangguan keamanan itu dapat diatasi. Situasi politik dan keamanan dapat segera dipulihkan. Saya tadi menerima laporan dan memberikan instruksi kepada jajaran Polhukkam. Semua telah menjalankan tugasnya, terutama jajaran yang berada di daerah," kata Presiden SBY.
Disamping itu, tambah Presiden, juga ada permasalahan-permasalahan teknis di lapangan yang berhubungan dengan pemungutan suara hari ini. "Ada kertas suara yang tertukar, ada sejumlah warga kita yang tidak bisa ikut memilih di beberapa tempat, lantas ada kekeliruan dalam mengisi, yang kesemuanya itu menjadi domain KPU dan KPUD," SBY menerangkan.
"Terhadap ini semua, harus diambil langkah-langkah yang cepat dan tepat sebagaimana yang saya sampaikan kepada Ketua KPU dan Ketua Bawaslu ketika kedua lembaga itu melaporkan kepada saya dan pimpinan lembaga tinggi negara yang lainnya dua hari lalu di Istana Negara," SBY menjelaskan. "Saya mendapat laporan sebagian permasalahan itu dapat segera diatasi dan sebagian lagi memang perlu dilakukan perbaikan di waktu yang akan datang," lanjutnya.
Melalui Mendagri, Presiden SBY meminta agar disampaikan kepada KPU dan KPUD bahwa semua pelajaran yang dipetik pada hari ini, permasalahan teknis yang ada di lapangan betul-betul menjadi perhatian agar tidak terulang kembali pada pemilihan presiden yang akan datang.
"Ketidakjelasan warga kita untuk memilih perlu dilakukan sosialisasi, bimbingan teknis sampai setiap warga yang memiliki hak pilih mendapatkan kegamblangan dalam memilih untuk pilpres mendatang. Saya mengetahui karena ada banyak perubahan dalam undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan KPU dan barangkali juga tidak semuanya bisa tersosialisasikan dengan baik. Barangkali juga ada keterlambatan dari warga kita untuk mengecek apakah terdaftar di TPS tertentu atau tidak," ujar SBY. "Pendek kata, ini ada kerumitan undang-undang dan peraturan, ada permasalahan sosialisasi," SBY menambahkan.
Sebagai kepala negara, kepada KPU dan jajarannya, Presiden SBY berpesan bahwa apa yang dialami hari ini hendaknya tidak terjadi lagi nanti pada pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan datang. (osa)



