Berita Utama

SBY: Koalisi Harus Jelas Kontrak Politik dan Etikanya

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY, memberi keterangan pers didampingi sejumlah pengurus PD, di pendopo kediaman pribadinya di Cikeas, Jumat (10/4) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY, memberi keterangan pers didampingi sejumlah pengurus PD, di pendopo kediaman pribadinya di Cikeas, Jumat (10/4) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Cikeas: Partai Demokrat terbuka dalam membangun koalisi. Namun koalisi tersebut harus jelas kontrak politiknya, rules based serta jelas etika yang dibangun. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi persnya di pendopo kediaman pribadi SBY di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jumat (10/4) sore.

Belajar dari pengalaman koalisi saat ini, SBY mengutarakan bahwa koalisi yang akan datang harus betul-betul jelas, baik peraturan maupun etikanya. "Saya berharap semuanya tertulis dalam suatu piagam kesepakatan koalisi, yang menurut saya, ada baiknya bisa kita jelaskan kepada publik. Dengan demikian, masyarakat juga bisa mengontrol apakah kami semua itu taat kepada apa yang ktia sepakati dalam format koalisi itu. Sehingga tidak membingungkan rakyat," SBY menjelaskan.

Menurut SBY, dalam setiap koalisi, bahkan koalisi yang dialaminya saat ini, pasti ada hal-hal yang tidak pas. "Karena dahulu memang kebersamaan kami tidak dalam format yang betul tersepakati dengan baik. Karena proses waktu, pengalaman pertama berkoalisi. Tetapi kita sama-sama menyadari ke depan bukan hanya maunya saya, maunya kita semua dalam koalisi ini, bahwa perlu aturan main yang lebih jelas. Rules itu perlu agar tidak mudah terjadi benturan diantara pemerintah dengan legislatif yang ada koalisinya atau bahkan di dalam kabinet sendiri," SBY menandaskan.

Banyak sekali SBY mendapatkan masukan dari kotak pesan SMS 9949 selama 4,5 tahun terakhir. "Isinya, 'Pak SBY, katanya koalisi, tapi kok begitu? Apa masih relevan dipertahankan?'. Jawaban saya 'Koalisi mesti dipertahankan'. Suara rakyat itu perlu kita dengar. Jangan dikira rakyat kita tidak paham tentang etika dan etiket dalam berkoalisi," SBY menuturkan. Menurutnya, rakyat bisa melihat dari mata hatinya sendiri. Dengan demikian, sambil mengembangkan kehidupan demokrasi yang lebih baik, kita harus mendidik kita sendiri.

"Saya berpendapat bahwa koalisi yang akan segera dibangun ini betul-betul rules based, kontrak politikya jelas, etika yang dibangun juga harus jelas. Ini akan kami bahas bersama, tentu saya akan menawarkan dengan niat yang baik, kira-kira format seperti apa yang akan kita tempuh," ujar SBY.

"Kepentingan saya satu, begitu koalisi sudah terbentuk nanti, maka pemerintah harus efektif dalam menjalankan tugasnya. Hubungan pemerintah dengan dewan yang ada koalisi, harus berjalan denga sehat dan tidak mengurangi daya kritis dewan. Undang-undang ingin kita hadirkan dan semua upaya untuk mengelola jalannya pemerintahan bisa berjalan dengan baik. Itu sangat dipengaruhi oleh koalisi, format, serta etika dan aturan-aturannya," SBY menegaskan. (mit)