Berita Utama

Beberapa Kepala Negara/Kepala Pemerintahan Tertahan Karena Aksi Pendukung Thaksin

Presiden SBY, Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo, PM Myanmar, dan PM Thailand berbincang di bandara militer U Taphao Rayong, Thailand, karena tidak bisa masuk ke Pattaya akibat demo, Sabtu (11/4) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY, Presiden Filipina Gloria Macapagal-Arroyo, PM Myanmar, dan PM Thailand berbincang di bandara militer U Taphao Rayong, Thailand, karena tidak bisa masuk ke Pattaya akibat demo, Sabtu (11/4) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Thailand: Beberapa kepala negara/kepala pemerintahan yang hendak menghadiri KTT ASEAN Plus Three, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Sabtu (11/4) siang tertahan, akibat ribuan demonstran pendukung mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra mengepung Hotel Royal Cliff di Pattaya, tempat berlangsungnya KTT.

Presiden SBY beserta rombongan yang mendarat beberapa jam sebelumnya terpaksa menunggu di bandara. Menurut Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, Presiden dan rombongan menunggu untuk mendapatkan informasi selanjutnya mengenai situasi unjuk rasa yang semakin besar skalanya di sekitar Hotel tempat berlangsungnya KTT ASEAN. "Ini tidak dapat kita duga sebelumnya, skala demonstran semakin besar. Yang jelas ini menghambat program yang direncanakan yang telah diatur sebelumnya. Malah informasi yang kami terima, PM China tidak bisa masuk ke tempat acara," ujar Dino

Semuanya kita serahkan kepada PM Abhisit Vejjajiva, dan kita akan megikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah Thailand mengenai improvisasi program selanjutnya. Ini juga merupakan surprise karena akan ada deviasi program seperti ini. Presiden masih menunggu perkembangan selanjutnya," kata Dino. Saat ini Presiden dan rombongan sedang beristirahat di Hotel Kantary bay, Provinsi Rayong, sekitar 10 KM dari bandara U Pathao.

Sementara di Hotel Royal Cliff, ribuan demontran pendukung Thaksin dengan kaos berwarna merah, sejak hari Jumat (10/4) malam telah berbondong-bondong datang dari ibukota Bangkok. Mereka bermalam di sekitar hotel, dan Sabtu pagi mereka telah mengepung hotel dan menutup pintu utama masuk ke kawasan hotel sambil berorasi. Sekitar pukul 13.00, mereka berhasil menembus barikade militer dan polisi, dan segera masuk ke beberapa gedung yang ada di resort sambil meneriakkan yel-yel anti Abhisit. Puluhan wartawan yang sedang berada di media centre segera berhamburan. Gedung tempat akan digelarnya KTT tak luput dari serbuan, karena jumlah demonstran jauh lebih besar dibanding jumlah aparat.

Akibat serbuan para demonstran ini, agenda KTT jadi kacau, bahkan beberapa kepala negara/kepala pemerintahan yang hendak menghadiri KTT terpaksa tertahan dan tak bisa masuk ke Hotel Royal Cliff Pattaya. Tidak ada tindakan anarki, meski ribuan demontsran itu berhasil menguasai kawasan Royal Cliff. (win/nas)