Berita Utama

"RPK-APBN 2009 dan 2010 Jangan Dipisahkan"

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta para menteri berpikir bahwa RKP (Rencana Kerja Pemerintah) APBN 2009 dan RKP- APBN 2010 dalam satu kesatuan karena dalam dua tahun ini pada prinsipnya kebijakan pemerintah adalah economy recovery. Permintaan itu disampaikan Presiden pada awal sidang paripurna Kabinet Indonesia Bersatu, di Kantor Kepresidenan, hari Selasa (14/4) siang.

"RKP - APBN 2009 dan RKP - APBN 2010 jangan dipisahkan. Jangan dilihat 2009 sendiri, 2010 sendiri. Apalagi tim kerjanya beda. Itu akan jadi sulit. Pertama, pastikan well connected. Kedua, kalau menetapkan sasaran, jangan terlalu tinggi. Lebih bagus sedikit konservatif. Mengapa? Karena masih tingginya ketidak pastian pada tingkat global. Dengan demikian, lebih bagus konservatif, dari pada kita set sasaran yang terlalu tinggi," ujar SBY

Ditambahkan, 2010 adalah milik pemerintahan dan parlemen pasca pemilu ini. "Kita hanya mempersiapkan dan kewajiban amanah UU untuk itu, bahwa nanti akan diupdate atau diubah lagi oleh pemerintah dan parlemen pasca pemilu, kita serahkan pada beliau-beliau. Yang penting, kewajiban kita mempersiapkan draf ini untuk perencanaan secermat mungkin. Kita lebih paham sebetulnya tentang kondisi yang aktual. Meskipun sekali lagi bisa diupdate oleh para pejabat negara nantinya, eksekutif maupun legislatif hasil pemilu 2009," jelas SBY. (win)