Berita Utama
Jumat, 17 April 2009, 13:48:20 WIB
Presiden: Penyelesaian Konflik Aceh Harus Dikawal Bersama
Presiden SBY menerima laporan dari Ketua Dewan Pengawas BRR Naima Hasan, pada acara pembubaran BRR Aceh-Nias di Istana Negara, hari Jumat (17/4) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
”Ini adalah anugerah Tuhan. Diawali oleh bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda Aceh, terbuka hati dan pikiran anak bangsa yang tadinya bertengkar dan berselisih, akhirnya bersatu kembali dalam naungan NKRI, tetapi tapi memiliki ruang lebih besar untuk mengatur kegiatan Aceh sendiri yang tujuannya menuju masa depan Aceh yang lebih aman, adil dan sejahtera,” tambahnya.
Menurut Presiden, sejauh ini penyelesaian Aceh secara damai berjalan dengan baik tapi belum rampung. "Masih harus terus dikelola, memerlukan waktu, serta masih ada saling curiga dan masih ada ini dan itu. Mari kita mengawal perdamaian ini agar berjalan dengan baik. Allhamdulillah banyak negara kena tsunami tapi konfliknya tidak selesai, dan Indonesia ada tsunami tetapi Tuhan memberikan jalan dan terbuka hati kita,” kata Presiden.
”Keberhasilan perdamaian tak lepas dari negosiasi yang bagus dan perundingan yang bagus. Pak Jusuf Kalla berperan di situ. Itu kunci keberhasilan bersama. Kunci selanjutnya dukungan dari militer dan kepolisian yang mendukung proses perdamaian ini, yang paham betul bahwa tujuannya adalah konflik berdarah ini selesai, Aceh tetap dalam NKRI dengan ruang yang lebih luas, yakni otonomi,” kata SBY.
Kunci keberhasilan berikutnya, tambah Presiden SBY, adalah dukungan politik kebersamaan dari DPR, MPR, DPD, semuanya.”Kita berhari-hari membahas. Saya menjelaskan dan akhirnya pada tingkat politik nasional, kita sepakat bahwa ini harus dilanjutkan dan tentunya dukungan masyarakat Aceh sendiri. Mayoritas setuju bahwa konflik ini harus berakhir, dan Aceh dibangun kembali, dan yang tak kalah pentingnya, dukungan Internasional. (win)



