Berita Utama

Partai Demokrat Membentuk Tim Sembilan untuk Bahas Koalisi

Presiden SBY memberi penjelasan pada wartawan hari Minggu (19/4) siang, di Puri Cikeas, Kab. Bogor, Jabar. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY memberi penjelasan pada wartawan hari Minggu (19/4) siang, di Puri Cikeas, Kab. Bogor, Jabar. (foto: abror/presidensby.info)
Cikeas: Selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan bahwa Partai Demokrat telah membentuk sebuah tim untuk memikirkan kebersamaan atau koalisi ke depan bersama dengan partai-partai politik lainnya. ”Tim tersebut dinamakan Tim Sembilan, yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Demokrat,” SBY menjelaskan dalam silaturrahmi dan jumpa pers dengan para wartawan istana di kediaman pribadi, Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat pada Minggu (19/4) siang.

Tim Sembilan terus melaporkan kepada SBY dan terus bekerja siang dan malam untuk mulai memikirkan kebersamaan atau koalisi ke depan. ”Komunikasi politik Demokrat juga ditujukan kepada semua partai yang memilik keinginan untuk berkomunikasi dengan Demokrat. Hingga hari ini, komunikasi politik terus berjalan,” kata SBY. Hingga hari ini, Partai Demokrat telah menjalin komunikasi politik dengan PKS, Golkar, PKB, PBB, PPPI, PDS, PDP, Pelopor, PMB, PKPI, dan PKPP.

”Koalisi yang riil seperti apa, sedang in the making, saya belum bisa menjelaskan sekarang karena memang sedang dalam proses penjajakan dan pembangunan,” ujar SBY.

SBY mengakui Partai Demokrat juga terus melakukan komunikasi dengan Partai Golkar, sebagaimana pula yang dilakukan oleh Demokrat dengan partai-partai politik lainnya. ”Untuk membicarakan seperti apa format atau kerangka koalisi itu termasuk platform yang dipikirkan Demokrat,” jelas SBY. Koalisi harus membawa kebaikan bersama. ”Jangan dilihat untung rugi jual beli semata. Tetapi menguntungkan untuk stabilitas efektifitas dari pemerintahan dan dari pembangunan kita,” SBY menandaskan.

Menurut SBY, koalisi yang hendak dibangun oleh Partai Demokrat adalah koalisi dimana memiliki persamaan dalam platform dan arah kebijakan. Koalisi tersebut harus menganggap pentingnya agenda yang berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, peningkatan good governance, demokrasi, ,i>rule of law serta pembangunan yang adil dan merata.

”Kalau koalisi dibangun atas dasar itu, kita tidak terhalang oleh sekat-sekat ideologi dan kemudian pemerintahan akan betul-betul efektif karena sepakat itulah platform yang harus dijalankan bersama,” kata SBY. (mit)