Berita Utama

Indonesia-Malaysia Sepakat Cari Peluang Baru

Presiden SBY menyambut PM Malaysia Najib Tun Abdul Razak, di Istana Merdeka, hari Kamis (23/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyambut PM Malaysia Najib Tun Abdul Razak, di Istana Merdeka, hari Kamis (23/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Meskipun PM Malaysia Najib Tun Razak baru menjabat sebulan, menggantikan Abdullah Badawi, tidak ada kesulitan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendiskusikan berbagai kesepakatan Indonesia-Malaysia yang telah dicapai sebelumnya. Presiden SBY mengatakan hal ini dalam keterangan pers bersama PM Najib, usai pertemuan bilateral, di Istana Merdeka, Kamis (23/4) siang.

Pada saat pertemuan konsultasi di Malaysia pada tahun 2008 dan bulan lalu di Indonesia, Malaysia masih dipimpin PM Abdullah Badawi. Tapi saat itu Najib menjadi Wakil PM, sehingga ia juga terlibat dalam policy development. "Dengan demikian apa yang telah dilakukan dan terus kita lanjutkan, dan bahkan kita sepakat mencari peluang baru, agenda baru, yang tentu lebih menghasilkan sesuatu yang konkret menyangkut kerjasama kedua negara,” ujar Presiden SBY.

Menurut Presiden SBY, dalam pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia tadi dibahas sejumlah isu dan peningkatan kerjasama di bidang ekonomi. Perdagangan kedua negara pada tahun 2007 mencapai 11,5 miliar dolar AS, tahun 2008 meingkat menjadi 15,3 miliar dolar AS.

Kemudian kerjasama di bidang pertanian, termasuk food security, karena kedua negara sebagai penghasil sawit terbesar di dunia. "Jadi bisa mensinergikan policy, langkah-langkah, sehingga membawa keuntungan. Selain itu juga dibahas peningkatan produksi beras dalam rangka membangun Asean Food Security, lalu kerjasama di bidang energi seperti listrik, minyak dan gas, serta bio energy,” Presiden SBY menjelaskan.

Dalam bidang tenaga kerja, Presiden SBY menyampaikan terima kasih kepada PM Najib. Kedua negara telah sepakat untuk terus mencari penyelesaian masalah yang mancul berkaitan dengan TKI secara baik. "Dalam perkembangan berjalan dengan baik dan makin baik," ujar SBY.

Kerjasama bidang pertahanan juga terus dilanjutkan, termasuk kemungkinan kerjasama di bidang industri pertahanan, operasi bersama di Selat Malaka, dan kerjasama menghadapi kejahatan transnasional. Di bidang pendidikan, sudah dibangun sekolah untuk anak-anak Indonesia di Kina Balu. "Kami juga mengusulkan di pedalaman Sabah juga dapat dibangun kegiatan belajar mengajar, terutama untuk putra-putri TKI,” SBY menambahkan. (win)