Berita Utama

Partai Demokrat Tetapkan SBY Jadi Capres pada Pilpres Mendatang

SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapimnas  PD di Pekan Raya Jakarta, hari Minggu (26/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapimnas PD di Pekan Raya Jakarta, hari Minggu (26/4) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Susilo Bambang Yudhoyono oleh DPP Partai Demokrat telah ditetapkan sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang, dan SBY oleh DPP Partai Demokrat diberi wewenang sepenuhnya untuk menentukan bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Penetapan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional PD di Pekan Raya Jakarta, hari Minggu (26/4), yang diakhiri dengan dibacakannya Pernyataan Politik Rapat Pimpinan Nasional II Partai oleh Ketua Umum DPP PD Hadi Utomo.

Usai pernyataan politik, SBY mengatakan, "Dengan penuh rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT, saya terima pencalonan ini. Dan dengan penuh tanggungjawab akan saya jalankan amanah ini bukan hanya untuk memenangkan pilpres masa bakti 2009-2014, tetapi jika Insya Allah saya terpilih kembali, akan saya lanjutkan tugas untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Indonesia," kata SBY.

"Dalam mencapai keberhasilan pilpres tahun 2009 ini, saya tidak mungkin dan tidak bisa berjuang sendiri. Oleh karena itu saya meminta bantuan dan kebersamaan dari keluarga besar Partai Demokrat dan kawan-kawan seperjuangan. Marilah kita berjuang kembali dengan cara-cara yang beretika, berbudaya, bersih, cerdas dan senantiasa santun," ujarnya.

"Adalah menjadi harapan dari seluruh rakyat Indonesia agar dalam kompetisi pilpres 2009 ini kompetisi itu dapat dilaksanakan secara terhormat, sehat dan ksatria. Kompetisi itu tentunya juga diharapkan oleh rakyat kita tetap memegang etika dan norma-norma batas kepatuhan. Kita tentu berharap agar kompetisi itu tidak mengorbankan kepentingan rakyat dan mencegah terjadinya aksi-aksi yang membuat rakyat tidak tentram. Meskipun kita melaksanakan pemilihan umum 2009, rakyat dan negeri kita, memerlukan ketenangan, ketertiban, dan stablitas. Agar mereka semua tetap dapat menjalankan kehidupan sehari-harinya dengan tentram," tambahnya.

Dengan mengucapkan Alhamdulillah, SBY kemudian menutup Rapimnas II Partai Demokrat. (mit)