Berita Utama

SBY Beraudiensi dengan LKS Tripartit

Presiden SBY, Senin (27/5) siang, beraudiensi dengan LKS Tripartit Nasional 2009-2011 di Istana Negara. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY, Senin (27/5) siang, beraudiensi dengan LKS Tripartit Nasional 2009-2011 di Istana Negara. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (27/5) siang, beraudiensi dengan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional 2009-2011 di Istana Negara. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno, yang juga Ketua LKS Tripartit Nasional, LKS Tripartit adalah forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan. Anggotanya terdiri dari unsur pemerintah, organisasi pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh.

“Saat ini di Indonesia terdapat 1 LKS Tripartit Nasional, 29 LKS Tripartit Provinsi, dan 195 LKS Tripartit Kabupaten/Kota,” kata Erman Suparno dalam laporannya. Pada tanggal 23 Maret 2009, Presiden telah menandatangani Keputusan Presiden RI Nomor 37/M Tahun 2009 tentang Pengangkatan Dalam Keanggotaan LKS Tripartit Nasional masa jabatan 2009-2011. "Oleh karena itu, kedatangan kami adalah untuk mendapatkan pembekalan dari Bapak Presiden,” Erman menambahkan.

Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Indonesia memliki 3 konfederasi, 90 federasi tingkat nasional, 11.786 unit kerja/basis, serta 20 federasi yang tidak berafiliasi dengan konfederasi. ”Jumlah seluruh anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh mencapai 3.405.615 orang. Sedangkan Apindo sebagai wakil unsur pengusaha memiliki satu kepengurusan tingkat nasional, 32 tingkat provinsi, dan 250 kepengurusan tingkat kabupaten/kota dengan anggota yang berjumlah 4.450 perusahaan,” Erman menerangkan.

Presiden SBY berpendapat bahwa pembentukan LKS Tripartit itu adalah langkah sejarah yang baik di Indonesia. ”Banyak kebijakan ketenagakerjaan yang dikembangkan negara-negara lain, kita bisa mempelajari dan membandingkan. Tetapi tidak bisa kita mengambil model satu negara lantas diterapkan di negara kita. Persoalan, kondisi perekonomian, kondisi sosial, dan perkembangan ekonomi berbeda-beda,” ujar Presiden SBY.

Oleh karena itu, meskipun ada kaedah-kaedah universal yang bisa diadopsi, kita tetap memerlukan sistem, kebijakan, undang-undang, termasuk mekanisme penyelesaian masalah sendiri. "Di situlah letak peran saudara yang sangat penting. Sebagai sebuah lembaga, LKS Tripartit ini tentu lebih struktur, dengan demikian ikut membangun satu hubungan industri yang lebih tepat,” SBY menegaskan.

”Selamat bertugas dan bekerja dengan baik. Sebentar lagi akan ada Hari Buruh tanggal 1 Mei. Rayakan dengan baik karena itu adalah ekspresi. Rayakan dalam batas-batas yang patut tanpa mengganggu stabilitas politik dan keamanan,” kata SBY.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Plt. Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menbudpar Jero Wacik, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala BKPM M. Lutfi. (osa)