Berita Utama

Presiden SBY:

Kita Ingin Kesejahteraan Pekerja Makin Baik, Dunia Usaha Tumbuh

Presiden SBY saat menyampaikan sambutan ketika menerima LKS Tripartit Nasional di Istana Negara, Senin (27/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat menyampaikan sambutan ketika menerima LKS Tripartit Nasional di Istana Negara, Senin (27/4) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Pada hakikatnya, peran dan tugas LKS Tripartit ada dua. Pertama, memberikan pandangan dan pertimbangan kepada pemerintah dalam pengembangan kebijakan ketenagakerjaan. Kedua, bersama-sama mencari solusi terhadap masalah yang muncul akibat interaksi dari kepentingan para pekerja, pengusaha, maupun yang menjadi kewajiban pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini saat beraudiensi dengan LKS Tripartit Nasional di Istana Negara, Senin (27/4) siang.

”Saya berharap kedua hal tersebut dapat dikerjakan dengan baik,” kata SBY. ”Saya akan tetap bersama saudara dalam mengelola dan memecahkan permasalahan ketenagakerjaan ini. Kita setuju bahwa ada dua sasaran yang hendak kita capai, yang sering disebut twin objective. Pertama, kita ingin kesejahteraan para pekerja di negeri ini makin baik. Kedua, berkaitan dengan itu, kita juga ingin dunia usaha, sektor riil, perusahaan-perusahaan juga tumbuh dengan baik agar dengan pertumbuhan itu bisa meningkatkan kesejahteraan.”

Presiden SBY menegaskan, baik kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan dunia usaha tak bisa dipisahkan. ”Manakala negara kita menghadapi krisis ekonomi, maka harus ada solusi, baik melalui kebijakan pemerintah agar sektor riil terjaga dan tidak bangkrut sehingga harus melakukan PHK. Bila kedua ini dipisahkan, maka tidak akan ada solusi. Tetapi bila keduanya tidak dipisahkan, maka kita akan mendapatkan win-win situation. Di sinilah letak kearifan dan kejelian berpikir saudara pada tingkat nasional yang juga mengalir pada tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” SBY menerangkan.

Hubungan industrial itu, ujar Presiden, jangan hanya dilihat sebagai hubungan antara manajemen dengan serikat pekerja. ”Kalau itu yang terjadi, maka akan kembali kepada teori ekonomi klasik yaitu pekerja hanya dianggap sebagai faktor produksi. Kita sudah melangkah jauh. Bagi saya, hubungan antara kedua komponen penting dunia usaha ini adalah hubungan kemitraan,” Presiden menambahkan.

”Oleh karena itu selalu bangun sinergi. Saya tidak suka kalau kita ini membangun karakter hubungan yang konfrontatif. Kalau karakter hubungan kita konfrontatif, yang dicapai adalah kepuasan. Puas, sudah saya hajar dia. Puas, sudah saya kalahkan dia. Masalah tidak selesai. Tapi kalau kooperatif, duduk bersama akan ada win-win solution dalam semangat mencari solusi,” SBY menandaskan.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Plt. Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani, Mendagri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Menbudpar Jero Wacik, Kapolri Bambang Hendarso Danuri, dan Kepala BKPM M. Lutfi. (osa)