Berita Utama

Presiden Resmikan Terminal III Bandara Soekarno Hatta dan Stasiun KA Tanjung Priok

Presiden SBY memukul tifa untuk meresmikan Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Peremajaan Stasiun KA Tanjung Priok, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (28/4) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY memukul tifa untuk meresmikan Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Peremajaan Stasiun KA Tanjung Priok, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (28/4) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Tangerang: Ditandai dengan pemukulan bedug dan penandatanganan prasasti, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Terminal III Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Peremajaan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok. Peresmian kedua tempat itu dilakukan di Terminal III Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (28/4) pagi.

Dalam kesempatan itu Presiden SBY juga menyerahan penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha (WTN) Tahun 2008 kepada 22 Bupati/Walikota. WTN merupakan penghargaan yang diberikan kepada pemerintah daerah sebagai perwujudanan pembinaan pemerintah dalam menata transportasi perkotaan secara berkelanjutan yang berbasis kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Kota-kota penerima piala WTN 2008, antara lain, Kota Surabaya, Kota Pekanbaru, Kota Kuta, dan Kota Sragen. Sementara itu, Menhub Jusman Syafii Djamal menyerahkan penghargaan berupa Plakat Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Kota Tahun 2008 kepada 49 Bupati/Walikota.

Menhub Jusman Syafii Djamal melaporkan bahwa batu pertama pembangunan Terminal III Bandara Soekarno-Hatta diletakkan 29 Agustus 2007, bertepatan dengan peresmian patung Soekarno-Hatta oleh Presiden SBY. "Terminal III direncanakan akan melengkapi bangunan utama dan lima pier. Yang akan diresmikan hari ini adalah Terminal III Pier 1, kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan Terminal III Pier 2," kata Jusman.

"Terminal III dirancang untuk menjadi eco airport atau bandara ramah lingkungan. Terminal III Pier 1 dibangun pada lahan 30 ribu m2, mampu menampung 4 juta penumpang, dengan dana Rp 285 miliar. Sumber dana adalah dari PT. Angkasa Pura II, " Jusman menjelaskan.

Sementara itu, Stasiun Kereta Api Tanjung Priok dibangun tahun 1914 dengan luas tanah 46.930 m2 dan bangunan seluas 3.768 m2. Stasiun ini diresmikan pada 6 April 1925. Tahun 2008 dilakukan renovasi pertama dengan dana Rp 9 miliar bersumber dari APBN 2008. Tahun 2009 dialokasikan Rp 32,7 miliar untuk renovasi lanjutan.

Diharapkan semua renovasi ini dapat diselesaikan dan Stasiun Tanjung Priok diharapkan beroperasi pada November 2009. "Rehabilitasi stasiun seperti ini merupakan bagian dari revitalisasi perkeretaapian sebagai angkutan massal, seperti yang telah Bapak Presiden instruksikan. Melalui program ini diharapkan aset-aset yang terbengkalai dapat dimanfaatkan kembali, dikelola, serta dirawat dengan baik," Jusman menambahkan.

Presiden SBY mengucapkan selamat atas selesainya Terminal III Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Peremajaan Stasiun KA Tanjung Priok. Dalam sambutannya, Presiden SBY menekankan tiga hal yaitu transportasi, pembangunan infrastruktur utamanya di bidang transportasi, dan upaya meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik.

Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menko Polhukkam Widodo AS, Plt. Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani, Menkominfo M. Nuh, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Direktur Utama PT (Persero) Angkasa Pura II dan Direktur Utama PT (Persero) Kereta Api Indonesia (KAI). (osa)