Berita Utama

Investasi Sektor Migas Ditargetkan 16,6 Miliar Dolar AS

Presiden SBY saat memberikan sambutan pembukaan Konferensi dan Pameran Tahunan ke-33 API di JCC, Selasa (5/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY saat memberikan sambutan pembukaan Konferensi dan Pameran Tahunan ke-33 API di JCC, Selasa (5/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Bagi para pengusaha minyak dan gas, berinvestasi di Indonesia selalu menarik. Investasi sektor migas di Indonesia mencapai 12,9 miliar dolar AS pada tahun 2008. "Kita menargetkan investasi akan mencapai 16,6 miliar dolar AS. Kami harus bekerja lebih keras untuk mencapai tujuan itu," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka Konferensi dan Pameran Tahunan ke-33 Asosiasi Perminyakan Indonesia di Jakarta Convention Centre, Selasa (5/5) siang.

"Pemerintahan saya berkomitmen untuk terus membuat iklim investasi di Indonesia lebih menarik. Investor domestik dan internanasional dapat mengandalkan kami. Kami telah mengembangkan paket insentif inveastasi dan membangun kebijaksanaan fiskal yang bijaksana. Kami memformulasikan cara untuk mengatasi permasalahan pajak pada sumber investasi minyak dan gas. Kami telah berusaha untuk memastikan kepastian hukum dan peraturan yang efektif," SBY menjelaskan kepada para undangan.

Pemerintah memutuskan untuk meningkatkan produksi minyaknya. "Ini berarti, kami akan memperluas dan mengintensifkan eksplorasi. Kami masih memiliki lahan untuk dikembangkan. Pada saat yang bersamaan, kami mencari gas, selain batubara sebagai bahan bakar masa depan," lSBY menambahkan.

Paradigma baru pada kebijakan gas Indonesia adalah meningkatkan pasar domestik untuk gas. "Kami memberikan prioritas tertinggi bagi usaha itu. Permintaan dan konsumsi energi domestik Indonesia untuk produk kilang minyak meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini utamanya terjadi akibat meningkatnya konsumsi transportasi, power generation, dan sektor industri," ujar SBY.

"Alhamdulillah, lima tahun terakhir kami mencapai kemajuan pesat. Kami telah membuat sektor minyak dan gas menjadi kontributor penting bagi pembangunan nasional. Saya juga sangat puas karena kami telah mengubah industri ini dari monopoli menjadi industri yang kompetitif. Kami sadar, kami berada pada jalur yang tepat. Kami akan terus mengembangkan iklim investasi dan membuatnya menarik bagi para investor dalam dan luar negeri," SBY menjelaskan. (osa)