Berita Utama

Presiden SBY: Lanjutkan Revitalisasi Pertanian

Presiden SBY memberikan sambutan saat membuka okakarya ketahanan pangan ASEAN dan Pameran `BULOGVaganza, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (8/5) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Presiden SBY memberikan sambutan saat membuka okakarya ketahanan pangan ASEAN dan Pameran `BULOGVaganza, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (8/5) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh pemimpin dunia untuk membuat ASEAN menjadi lumbung pangan internasional, terutama lumbung beras. ASEAN sendiri sudah bersepakat untuk membuat ASEAN Integrated Food Security. Presiden SBY mengatakan hal ini ketika membuka Lokakarya Regional ASEAN tentang `Swasembada Beras dan Ketahanan Pangan ASEAN` dan Pameran `BULOGVaganza: Eksotika Pangan Indonesia`, di Balai Kartini, Jakarta, pada Jumat (8/5) pagi.

ASEAN Integrated Food Security sendiri dihasilkan pada KTT ASEAN lalu. "Satu langkah nyata, satu implementasi nyata dari mewujudkan gagasan bersama, yaitu menjaga ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air," ujar Presiden SBY dalam sambutannya.

Presiden SBY mengatakan bahwa kebijakan serta program aksi yang dijalankan oleh pemerintah saat ini untuk menjaga ketahanan pangan di Indonesia, bermula dari revitalisasi pertanian, revitalisasi perikanan serta revitalisasi kehutanan. "Mari kita sempurnakan apa yang telah kita lakukan hingga hari ini," kata SBY.

Kepada seluruh masyarakat Indonesia, Presiden SBY berharap revitalisasi pertanian dapat terus dilanjutkan, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional. "Lanjutkan upaya diversifikasi. Khusus kepada Bulog, tingkatkan kinerja Bulog yang semakin baik, serta mari tingkatkan kerjasama regional dan internasional," kata SBY menjelaskan harapan-harapannya.

Usai meresmikan pembukaan dengan menumbuk padi di lumbung, Presiden SBY didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono melakukan peninjauan keliling ruang pameran BULOGVaganza. (mit)