Berita Utama

Tasyakuran Setelah Partai Demokrat Dinyatakan Menang Oleh KPU

SBY  selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat hari Minggu (10/5) petang  mengadakan tasyakuran di  Puri Cikeas Indah, Bogor, Jabar. (foto: abror/presidensby.info)
SBY selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat hari Minggu (10/5) petang mengadakan tasyakuran di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jabar. (foto: abror/presidensby.info)
Cikeas: Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat hari Minggu (10/5) petang di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, mengadakan tasyakuran atas kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Legislatif, serta membulatkan tekad untuk melanjutkan perjuangan dalam rangkaian kompetisi Pemilu tahun 2009. Berdasarkan penetapan Komisi Pemilihan Umum, Partai Demokrat meraih 26,43 persen suara atau 148 kursi untuk DPR-RI.

Menurut SBY, setelah KPU mengumumkan hasil Pemilu, dan semua partai politik mengetahui posisinya masing masing, maka sudah dapat dilakukan upaya yang lebih kongkrit untuk membangun koalisi diantara partai-partai politik yang ada. "Oleh karena itu Partai Demokrat akan memulai untuk mematangkan koalisi, merancang deklarasi koalisi sekaligus deklarasi pencalonan calon presiden dan wakil presiden pada akhir minggu ini, dilanjutkan degan pendaftaran resmi calon presiden dan calon wakil presiden. Pada tanggal 15 ini, kita bisa melaksanakan deklarasi yang kemudian pada tanggal 16 Mei secara resmi akan dilakukan pendaftaran oleh Partai Demokrat dan lain lain tentang Capres dan Cawapres yang diusulkan," ujar SBY.

SBY, selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, membenarkan bahwa saat ini sedang dilakukan komunikasi politik antara Partai Demokrat dengan PDIP. "Benar bahwa antara Partai Demokrat dengan PKB, PKS, PPP dan PAN juga dilakukan komunikasi politik, bahkan sudah mengarah kepada terbangunnya koalisi. Memang kami tidak ingin kelihatan super sibuk di layar televisi, tenang, jalan, komunikasi intens. Yang penting hasilnya, dari pada nanti gaduh dan belum tentu lancar," katanya.

"Di pendopo ini juga wartawan ada yang bertanya kepada saya, apakah mungkin PDIP berkoalisi dengan Demokrat? Ketika ada yang tanya, teman- teman wartawan yang lain tertawa waktu itu, karena menggambarkan barangkali tidak ada jalan untuk Demokrat bersama-sama dengan PDIP. Saya katakan waktu itu, dalam politik itu anything can happen, bisa saja terjadi kalau itu menjadi kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa," tambah SBY.

"Jawaban saya waktu itu adalah memang hampir pasti Ibu Megawati dan saya akan berkompetisi kembali, itu posisi waktu itu, dan dalam kompetisi itu tentu ada yang berhasil ada yang tidak berhasil. Setelah kompetisi usai, bisa saja anak-anak bangsa memiliki niat yang baik untuk bersama-sama membangun negeri menuju masa depan yang lebih baik," SBY menjelaskan. "Oleh karena itu saya sampaikan, mari jalani saja semuanya ini dan apabila semuanya itu terjadi, tentu akan membawa kebaikan bagi bangsa dan negara kita," lanjutnya.

Menurut SBY, komunikasi politik dengan PDIP terus dilakukan. "Kita saling menghormati saya menghormati Ibu Megawati, PDIP juga menghormati langkah kita, dan saya merasakan komunikasi berjalan danada jalan yang menurut saya cukup terbuka untuk kemugkinan bisa bersama- sama dalam upaya kita melanjutkan pembangunan bangsa," kata SBY.

Kepada seluruh kader Partai Demokrat, SBY mengharapkan agar lebih sabar dalam kampanye pilpres dan wapres yang akan datang. "Jangan mudah dan suka untuk menantang, jangan kita mudah dan suka untuk sesumbar dan juga janganlah kita mudah dan suka untuk mengejek. Mari kita jaga perasaan kompetitor kita, karena banyak jalan untuk mencapai tujuan yang baik. Tidak perlu kita tunjukkan kita lebih hebat, cepat baik," paparnya.

Acara tasyakuran yang diselenggarakan secara sederhana tersebut diawali dengan dzikir bersama, kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya berjamaah. Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota Partai Demokrat, tim sukses Partai Demokrat serta Majelis Dzikir SBY. (mit)