Berita Utama

Besok, Presiden SBY Akan Menerima Amir Qatar

Jakarta: Selasa (19/5) pagi besok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menerima kunjungan kenegaraan Amir Qatar, Sheikh Hamad Bin Khalifa Al-Thani, di Istana Negara. Menurut siaran pers yang dikeluarkan Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Djalal, kunjungan Amir Qatar ke Indonesia merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Presiden SBY melakukan kunjungan ke Qatar, April 2006. Amir Qatar menurut rencana akan didampingi oleh 12 menteri.

Setelah kunjungan kehormatan, acara dilanjutkan dengan pertemuan bilateral serta jamuan santap siang. Pada pertemuan bilateral akan dibahas perkembangan hubungan bilateral RI – Qatar dalam berbagai bidang serta perkembangan isu regional dan internasional. “Hubungan bilateral Indonesia dan Qatar yang dimulai sejak pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 1976, hingga kini berjalan baik. Kedua Kementrian Luar Negeri telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Konsultasi Bilateral bulan April 2002,” jelas Dino.

Kedua negara juga telah menandatangani Perjanjian Perlindungan dan Promosi Penanaman Modal (P4M) pada April 2000 dan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) pada April 2006. Kedekatan hubungan kedua negara ditandai, antara lain, oleh saling kunjung pemimpin maupun pejabat tinggi negara. Pejabat tinggi pemerintah Qatar telah beberapa kali melakukan kunjungan kerja ke Indonesia, yang terakhir Wakil PM Qatar Abdullah Bin Hamad Al-Attiyah, akhir Maret 2009.

Saling kunjung ini membawa dampak yang signifikan untuk mendorong dan meningkatkan kerjasama bilateral kedua negara. “Sebagai sesama anggota PBB, GNB dan OKI, kedua negara memiliki posisi yang sejalan dalam memandang berbagai masalah internasional dan regional. Kedua negara juga sama-sama menolak pandangan yang mengaitkan Islam dengan terorisme,” Dino menjelaskan.

Data di Departemen Perdagangan memperlihatkan, volume perdagangan kedua negara tahun 2003-2007 terus menunjukkan peningkatan (tren 54,95 persen) dan surplus di pihak Indonesia. Namun tahun 2008 terjadi defisit, dimana volume perdagangan mencapai 348,56 juta dolar AS atau meningkat 85,2 persen jika dibanding tahun 2007 yang mencapai 188,21 juta dolar. Ekspor Indonesia ke Qatar tahun 2008 mencapai 85,92 juta dolar AS atau mengalami penurunan 41,30 persen dari tahun 2007 yang mencapai 146,36 juta dolar AS. Hal ini disebabkan penurunan ekspor atas produk kertas, tekstil, suku cadang mesin dan kayu olahan serta kayu gelondongan.

Impor Indonesia meningkat 527,62 persen, dari 41,85 juta dolar tahun 2007 menjadi 262,64 juta dolar tahun 2008. Hal ini karena kebutuhan gas dalam negeri Indonesia meningkat. Dari 85,92 juta dolar AS total ekspor, sejumlah 83,39 juta dolar AS merupakan eskpor non migas, dan dari 262,64 juta dolar AS total impor, 234,35 juta dolar merupakan impor non migas.

Di sektor investasi, pengusaha Indonesia berpartisipasi dalam pembangunan di Qatar, antara lain, di sektor pengembangan industri gas, pembangunan sarana infrastruktur, dan konstruksi bangunan. “Di lain pihak, Indonesia mengharapkan investasi Qatar di sektor listrik, agribisnis, dan infrastruktur yang dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga ketahanan pangan dan energi kedua negara,” Dino menambahkan.

Dalam kunjungan Amir Qatar ini, kedua pemimpin juga dijadwalkan akan menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Ekonomi dan Teknik. (osa)