Berita Utama
Rabu, 20 Mei 2009, 16:07:07 WIB
Presiden SBY Resmikan Akses Telepon Pedesaan
Presiden SBY menekan tombol peresmian penyediaan Akses Telepon Pedesaan dan Uji Coba TV Digital, di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, Rabu (20/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Direktur Utama SCTV, Fofo Sariaatmadja menyampaikan, putra-putri bangsa Indonesia ingin terus memupuk kebangkitan nasional menjadi suatu rangkaian kegiatan yang lebih utuh dengan pondasi kecintaan dan kebanggaan pada negeri Indonesia tercinta.
"Momentum ini merupakan suatu pencapaian baru yang sangat penting, yang merupakan jawaban atas kebangkitan nasional menuju keunggulan bangsa yang Bapak Presiden canangkan sejak tahun lalu. Sekaligus menjadi tonggak sejarah perjuangan bangsa dalam mengembangkan diri, khususnya di era baru di bidang pertelevisian dan telekomunikasi," kata Fofo. "Hari ini akan dimulai secara resmi siaran percobaan Televisi Digital Free To Air Publik oleh PT. Konsorsium Televisi Digital Indonesia serta siaran percobaan Televisi Digital Free Air Publik oleh konsorsium TVRI dan PT. Telekomunikasi Indonesia," Fofo menerangkan.
PT. Konsorsium Televisi Digital Indonesia adalah suatu konsorsium yang dibentuk enam perusahaan televisi swasta Indonesia, yaitu SCTV, Trans TV, Trans 7, TV One, ANTV, dan Metro TV. "Dengan pencanangan ini menjadi bukti konkret bahwa Indonesia tidak tertinggal dari negara lain, bahkan menjadi salah satu negara pertama yang mengadopsi penyiaran TV Digital di ASEAN," lanjut Fofo.
Sementara Menkominfo, M. Nuh dalam pidatonya menerangkan bahwa di tahun 2009 lebih dari 31 ribu desa di seluruh Indonesia sudah tersedia fasilitas telekomunikasi dan internet. "Insya Allah, tahun 2010 nanti tidak ada desa yang tidak memiliki fasilitas telekomunikasi dan internet," ujar Nuh. "Ada empat pilar yang harus kita perhatikan dalam membangun fasilitas teknologi informasi. Pilar tersebut adalah ketersediaan, keterjangkauan, kualitasa, dan keamanan," Nuh menambahkan.
Di dunia media, lanjut Nuh, tahun ini kita telah memasuki fase baru. "Pada fase pertama, Bung Karno telah meresmikan televisi pertama di Indonesia, televisi hitam putih tahun 1962. Tahun 1976, Pak Harto meresmikan Satelit Palapa. Tahun ini, bertepatan dengan 101 Tahun Hari Kebangkitan Nasional, Presiden SBY akan meresmikan televisi digital sebagai fase baru dunia media," Nuh menjelaskan.
Dalam percobaan penggunaan TV Digital tersebut, Presiden SBY melakukan video conference dengan empat desa terpencil di Indonesia. Keempat desa tersebut adalah Desa Ubrub Papua, Sakatak Buji Kalimantan Timur, Adaut Maluku Tenggara Barat, dan Ranupani Lumajang Jawa Timur. Selain itu Presiden SBY juga melakukan video conference dengan masyarakat Indonesia yang ada di Tokyo, Jepang dan Den Haag, Belanda.
Acara peringatan tersebut dihadiri, antara lain, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto, Menseneg Hatta Rajasa, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari E. Pangestu, dan Seskab Sudi Silalahi. (osa)



