Berita Utama

Presiden Tinjau Jembatan Suramadu

 Presiden SBY saat meninjau  proyek pembangunan Jembatan Suramadu di Surabaya, hari Jumat (22/5) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY saat meninjau proyek pembangunan Jembatan Suramadu di Surabaya, hari Jumat (22/5) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Surabaya : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Jumat (22/5) pagi meninjau penyelesaian akhir pembangunan Jembatan Surabaya - Madura (Suramadu) yang panjangnya 5.438 meter dan menghubungkan kota Surabaya dengan kota Bangkalan di Pulau Madura. Pemerintah merencanakan pembangunan fisik Suramadu selesai tanggal 5 Juni 2009, dan akan diresmikan penggunaannya pada 10 Juni 2009.

Sebelum melakukan peninjauan, Presiden SBY di kantor proyek Suramadu mendengarkan pemaparan Menteri PU Djoko Kirmanto tentang sejarah dan teknis pembangunan jembatan Suramadu. "Ide pembangunan jembatan yang menghubungkan pulau Sumatera, Jawa , Bali dan Madura sudah sejak tahun 1960, saat itu digagas oleh Prof Sedyatmo dengan nama Tri Nusa Bima Sakti, " kata Djoko Kirmanto. Tujuan pembangunan Suramadu ini, lanjut Djoko untuk mengembangkan berbagai sektor kehidupan masyarakat di Pulau Madura yang relatif tertinggal.

Ditambahkan, jembatan Suramadu dirancang dengan struktur cable stay, yang menjadikannya salah satu landmark dan ikon kebanggan bangsa Indonesia. "Rencana kedepan dalam mengelola dan memelihara jembatan ini, pemerintah akan membentuk badan pengembangan wilayah Suramadu atau BPWS dengan tujuan memfasilitasi pengembangan wilayah Madura dan Gerbang Kertosusila atau Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Lamongan, serta pengembanagan kawasan di kaki jembatan Suramadu seluas 600 hektar," kata Djoko.

Sementara itu, dalam sambutannya Presiden SBY antara lain mengatakan bahwa dengan selesainya pembangunan jembatan ini, agar dipikirkan pengembangan pembangunan selanjutnya. "Saya ingin Madura diwaktu yang akan datang ke arah kebaikan, nilai yang khas. Masyarakat yang religius jangan dirusak, jangan diganggu dengan modernisasi. Pertahankan itu. Kita buktikan bahwa pemerintah, kita semua menghormati nilai-nilai keagamaan, budaya dan adat, " kata SBY.

Tampak hadir mendampingi Presiden SBY antara lain Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi, Menkominfo Muh. Nuh, Gubernur Jatim Soekarwo, dan dua Jubir Presiden, Andi A Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. Hadir pula mantan Gubernur Jatim, Imam Utomo.(win)