Berita Utama
Minggu, 24 Mei 2009, 14:30:22 WIB
"Jangan Memberi Angin Surga Kepada Rakyat"
Presiden SBY dan Ibu Negara mengunjungi dan berbelanja di Pasar Sukawati, Gianyar, Bali, hari Minggu (24/5) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai target pertumbuhan 7 persen yang dicanangkan, Presiden SBY mengatakan, "Saat ini negara manapun pertumbuhannya minus. Kita, allhamdulillah, pertumbuhankita positif dan tiga terbesar setelah China dan India. Tetapi dua tahun kedepan ini ekonomi dunia masih sulit. Jangan memberikan angin surga dan kemudian nanti sulit diwujudkan. Harus realistis," tegas SBY.
"Saya punya pengalaman tidak mudahnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini. Lima persen saja tidak mudah. Allhamdulillah, empat tahun setengah terakhir kita masuk ke enam persen. Kalau tidak terjadi krisis ekonomi global dunia, mestinya tahun ini tujuh persen. Oleh karena ada krisis, kita tata kembali. Tetapi jika saya terpilih kembali, akhir 2014 itu bisa mencapaii 7 persen dengan catatan yang kita kejar itu kan bukan hanya pertumbuhan semata. Kalau hanya mengejar pertumbuhan, mungkin bisa mencapai 8 hingga 9 persen, tapi kemiskinan tidak akan berkurang banyak, pengangguran tidak tercipta dan masyarakat kecil bisa terlupakan, yang untung barangkali hanya kelompok menengah ke atas," ujar SBY.
Menurut Presiden, pembangunan yang dilakukan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan semata. Seperti pengalaman pada waktu yang lalu, harus seimbang antara pertumbuhan dan pemerataan, sehingga masyarakat kecil pun mendapat keuntungan dari ekonomi kita," kata SBY. (win)



