Berita Utama

Presiden Bangga Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Guangdong Sedunia

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, hari Minggu (24/5) petang bertemu dengan Peserta Konferensi Ke-5 Federasi Perkumpulan Guangdong Sedunia, di Hall D1 dan D2 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Konferensi bertema Bersama-sama bergandeng tangan mengatasi krisis ekonomi dunia ini, melibatkan lebih dari 100 komunitas Guangdong dari seluruh dunia, antara lain dari Mauritius, Argentina, China, Amerika Serikat, Seychelles, Brazil, Hongkong, Macau, Taiwan, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Myanmar, Jepang, Perancis, Australia, Singapura, Selandia Baru, Kanada, Panama, dan beberapa negara lainnya.

Dalam konferensi berkumpul seluruh pengusaha Guangdong sedunia yang berjumlah kurang lebih 2.500 peserta yang mewakili bidang perekonomian, perindustrian, dan perdagangan. Melalui forum ini diharapkan semua pengusaha dapat bersama-sama mengatasi krisis ekonomi global. Forum juga membicarakan masalah budaya, peranan wanita, kepemudaan, ekonomi, perdagangan dan industri di Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Federasi Guangdong se-Indonesia, Sugeng Prananto mengungkapkan bahwa indikator berhasilnya sebuah negara adalah rakyat yang makmur dan terpenuhi sandang, pangan dan papannya. "Dalam hal ini pemerintahan Indonesia dan RRC telah memberikan contoh yang sangat positif. Terlihat dari upaya mereka dengan segala manuver kebijakan yang diambil dengan tepat yang dapat membawa rakyatnya keluar dari krisis ini, dan membawa Indonesia dan RRC menjadi bagian dari pilar utama perbaikan ekonomi dunia," ujarnya.

Indonesia dan RRC, menurut Sugeng Prananto, merupakan negara besar yang telah menjalin kerjasama yang baik selama ini, dengan melihat potensi yang ada. "Indonesia dengan segala hasil alamnya dan RRC dengan segala kemajuan teknologi dan sumber daya manusia. Kami melihat banyak hal positif yang dapat dilakukan bersama-sama terutama di bidang pertanian, perikanan, perindustrian, pendidikan, kebudayaan dan pertambangan. Kerjasama yang baik hanya akan terjaga dengan adanya stabilitas dan kepastian hukum dari kedua negara. Selama 5 tahun terakhir Indonesia telah berhasil mencapai kedual hal ini, dan kami berharap dapat terus berlanjut," ujar Ketua Umum Perkumpulan Guangdong Se-Indonesia yang mewakili sekitar 14 juta atau 80 persen dari 17 juta masyarakat keturunan Tionghoa di seluruh pelosok tanah air. Perkumpulan Guangdong Indonesia teridiri dari 9 Organisasi, yaitu Hakka, Teo Chew, Guang Zhao, Mei Zhow, Hai Nan, Ciau Ling, Ta Phu, Belitung dan Hui Chow.

Presiden SBY mengungkapkan rasa bangganya, karena tahun ini untuk pertama kalinya, Indonesia memperoleh kehormatan menjadi tuan rumah Konferensi Guangdong Sedunia. "Oleh karena itu, atas nama negara dan pemerintah, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Federasi Perkumpulan Guangdong se-Indonesia," ujar Presiden SBY. Presiden SBY, berharap konferensi ini menjadi wahana komunikasi dan interaksi yang baik yang dapat mempererat hubungan persaudaraan dan kerja sama diantara warga Guangdong sedunia.

Tampak hadir mendampingi Presiden SBY dalam acara tersebut antara lain Menbudpar Jero Wacik serta Menakertrans Erman Soeparno. (mit)