Berita Utama
Senin, 25 Mei 2009, 10:23:08 WIB
Presiden Tinjau Perumahan Paspampres
Presiden SBY dan Ibu Ani bersama keluarga anggota Paspampres, pada peninjauan rumah dinas Paspampres di Desa Ujung Nangka, Kabupaten Bogor, hari Senin (25/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Direktur Jenderal Sarana Pertahanan, Mulkim Asrof, melaporkan, pembangunan perumahan paspampres diambil dari anggaran pertahanan tahun 2007. "Total anggaran sebesar Rp 65,9 miliar. Tujuan pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit," kata Mulkim.
Perumahan dinas Paspampres tersebut terdiri dari 7 blok, 2 blok tipe 60 untuk Perwira, 2 blok tipe 45 untuk Bintara, dan 3 blok tipe 36 untuk Tamtama. "Setiap blok bisa menampung 50 kepala keluarga," jelas Mulkim. Perumahan dinas yang dilengkapi fasilitas posyandu, taman kanak-kanak, lapangan tenis, koperasi dan pendidikan Alquran tersebut memiliki luas 3 hektar dengan luas bangunan 2,15 hektar. "Sampai saat ini sudah dihuni 157 KK," ia menambahkan.
Presiden SBY mengatakan, fasilitas untuk akomodasi paspampres sangat penting. SBY berterimakasih kepada Menhan, Panglima TNI beserta jajaran yang bisa menghadirkan perumahan ini. "Dengan demikian sekarang bisa lebih terkonsentrasi dibandingkan dulu, berserakan dimana-mana di Jabodetabek. Padahal dalam waktu cepat harus bisa berkumpul, harus memiliki kesiagaan yang tinggi untuk mengemban tugas yang penting," ujar SBY.
"Ingat, tugas Paspampres bukan hanya meng amankan Presiden, tapi juga Wapres, dan tamu negara yang tidak pernah sepi," SBY menjelaskan. "Sekarang ini kita sudah memiliki rumah dinas pertama di Bogor, kedua di Bojong Nangka ini, ketiga di Cijantung, dan keempat di markas Paspampres di Tanah Abang. Paling tidak empat ini lebih terkonsentrasi dibandingkan sebelumnya. Dulu banyak terjadi pelanggaran anggota Paspampres karena tempatnya berserakan dan tidak mudah diberikan pengawasan. Harapan saya, masalah yang dulu ada tidak terjadi lagi," SBY menegaskan.
"Saya senang dengan lokasi ini. Laporan yang dulu saya terima dari jajaran TNI, Dephan, dan Paspampres, lokasinya relatif dekat dengan daerah Polisi yang bisa digunakan untuk latihan bersama. Jangan disia-siakan peluang yang ada untuk latihan bersama dengan jajaran Kepolisian. Silakan digunakan daripada kita membuat lagi daerah khusus untuk latihan Paspampres," ujar SBY.
Presiden SBY juga mengajak Ibu Negara dalam kunjungan ini karena akan bagus juga jika di kompleks ini dibuat Rumah Pintar agar anak-anak bisa membaca, belajar, dan bermain. "SIKIB nanti akan membantu," terang SBY. "Pesan saya, dijaga dengan baik perumahan ini, bikin indah dan hijau, serta pengamanan. Pengamanan itu juga penting, meskipun Paspampres itu mbah-nya pengamanan. Biaya yang sudah dikeluarkan tidak sedikit, betul-betul dipergunakan dengan baik," SBY mengingatkan.
"Tolong sampaikan kepada keluarga bahwa kondisi ini jauh lebih baik daripada ketika saya perwira. Saya sampai Letnan Satu, menempati tipe 36 untuk Tamtama. Rumahnya gedek di Dayah Kolot, Bandung. Setelah saya Kapten, dapat tipe 45. Tetangga saya, Pak Endriartono Sutarto. Setelah jadi Danyon baru dapat tipe 60 dan 90. Toh kita bisa melaksanakan tugas dengan baik dan keluarga bahagia. Oleh karena itu disyukuri sebesar apapun rumah itu, dipelihara dengan baik. Bikin hubungan dengan tetangga yang baik," SBY berpesan.
Presiden SBY dan Ibu Ani dengan seksama meninjau masing-masing tipe dan fasilitas yang ada di perumahan dinas itu. Nampak hadir antara lain, Menhan Juwono Sudarsono, Panglima TNI Jenderal Djoko Suyanto, Komandan Paspampres Mayjen Marciano Norman, Seskab Sudi Silalahi, dan Menkominfo M. Nuh. (osa)



