Berita Utama
Senin, 25 Mei 2009, 11:22:55 WIB
Presiden SBY:
Setelah Krisis Dilewati, Anggaran Pertahanan Akan Ditingkatkan
Presiden SBY dan Ibu Ani pada peninjauan rumah dinas Paspampres di Desa Ujung Nangka, Kabupaten Bogor, hari Senin (25/5) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Kebijakan pemerintah dalam hal ini, ujar Presiden SBY, tentu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. "Insya Allah setelah krisis kita lewati tahun ini dan tahun depan, anggaran bisa kita tingkatkan, siapapun presidennya. Nanti mendekati minimun essential fund untuk bisa membiayai minimum essential forces. Sekarang ini masih di bawah," lanjut SBY.
Presiden meminta biaya yang ada digunakan sebaik-baiknya. "Apakah itu biaya operasional, biaya pendidikan dan latihan, biaya pemeliharaan, kesejahteraan prajurit, dan secara bertahap biaya pengadaan atau modernisasi alutsista. Gunakan dengan baik semuanya itu," Presiden menegaskan.
SBY menyadari, jika dalam segi peringkat, anggaran untuk pertahanan berada di urutan ketiga. "Yang pertama Diknas dan yang kedua Departemen Pekerjaan Umum. Yang ketiga baru Dephan dengan nilai anggaran Rp 33,6 triliun. Sepertinya besar, namun sesungguhnya kalau kita ingin membangun tentara yang bisa mempertahankan negaranya dan menjalankan tugas-tugas pertahanan, tentu diperlukan lebih banyak lagi," SBY menjelaskan.
"Sekarang ini kita bekerja keras untuk melampaui krisis. Insya Allah kita bisa, karena sekarangpun Indonesia itu dianggap negara ajaib setelah Cina dan India. Pertumbuhannya positif dan, insya Allah, 4 persen. Ketika yang lain minus, tentu ini luar biasa. Maksud saya, setelah nanti krisis kita lewati dan kita bisa membangun perekonomian kembali maka anggaran pertahanan bagaimanapun harus ditingkatkan untuk modernisasi sistem persenjataan, termasuk biaya operasional, pendidikan, latihan, termasuk kesejahteraan prajurit," SBY menandaskan. (osa)



