Berita Utama

"Lebih Baik Tidak Banyak Janji, Tetapi Banyak Mendengar Apa Kata Rakyat"

Presiden SBY beramah tamah bersama pimpinan Jami`ah dan Ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jabar, hari Senin (25/5) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY beramah tamah bersama pimpinan Jami`ah dan Ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jabar, hari Senin (25/5) sore. (foto: abror/presidensby.info)
Cikeas: Rakyat Indonesia cerdas, memiliki hati dan pikiran yang jernih untuk bisa menakar apa yang dikatakan itu bisa diwujudkan. Lebih baik kita tidak terlalu banyak menjanjikan kepada mereka, tetapi kita dengar apa yang dikatakan oleh rakyat. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya ketika menerima Jami'ah dan Ulama Persatuan Tarbiyah Islamiyah, di kediaman Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat. Silaturrahim ini sebagai rangkaian peringatan Milad ke-81 dan Rakernas Persatuan Tarbiyah Islamiyah se-Indonesia yang telah berlangsung sejak tanggal 22 s/d 24 Mei 2009.

Yang penting, menurut SBY, bagaimana pemerintah tetap berpihak kepada kaum dhuafa. "Banyak yang pandai beretorika, banyak wacana, seolah-olah sangat berpihak pada rakyat kecil. Belum terbukti, oleh karena itu, tidak perlu kita bersuara sangat lantang menebarkan angin surga ke sana ke mari seolah-olah yang paling dekat dengan rakyat, barangkali belum teruji apakah dekat benar dalam waktu 5 -10 tahun terakhir ini," papar SBY.

Ditambahkan, yang terpenting adalah tugas pemerintahan yang akan datang tetap berpihak pada kaum dhuafa atau kaum miskin. "Wujudnya adalah semua kebijakan, semua program-program yang pro rakyat melindungi dan membantu rakyat miskin, mendorong memberdayakan yang belum sejahtera di berbagai cabang, adalah wujud dan implementasi dari keberpihakan
kepada kaum dhuafa," jelas SBY.

Oleh karena itu, lanjut SBY, lebih baik rakyat melihat apa yang dilakukan secara kongkrit. "Dan saya yakin kalau namanya
program-program pro rakyat itulah yang dirasakan oleh mereka, wajib hukumnya bagi pemimpin nanti untuk melanjutkan program-program pro rakyat itu agar kita memiliki empati, keperdulian dan keberpihakan kepada rakyat kecil," jelasnya. (mit)