Berita Utama
Selasa, 26 Mei 2009, 12:00:23 WIB
Lima Agenda Penting untuk Pemimpin Indonesia
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2009, di Sabuga, ITB, Bandung, hari Selasa (26/5) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
"Lima tahun mendatang, siapapun yang akan menjadi pemimpin di Indonesia nanti, kita berharap agar lima agenda yang sangat penting dapat dijalankan. Pertama, ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat terus meningkat. Kedua, tata pemerintahan yang baik harus benar-benar dibangun. Ketiga, kita ingin demokrasi terus mekar, demokrasi yang membawa akhlak dan manfaat. Keempat, hukum harus ditegakkan. Dan kelima, pembangunan harus inklusif, adil, merata bagi seluruh rakyat Indonesia," tegas SBY.
Untuk mencapai lima agenda itu, pendidikan dapat berkontribusi untuk memperkuat pilar-pilarnya dan kemudian bisa mensukseskan lima tugas besar itu. "Pemerintah tidak akan pernah berhenti untuk menggunakan anggaran 20 persen dengan sebaik-baiknya. Baik untuk meningkatkan pendidikan untuk umum maupun pendidikan keagamaan. Kita juga akan terus membangun dan memperluas fasilitas yang kita miliki, termasuk gedung-gedung sekolah. Kita akan terus menyempurnakan kurikulum dan sistem pendidikan yang tepat, termasuk buku yang kita gunakan. Kita akan terus meningkatkan klasifikasi dan kemampuan para dosen dan guru, serta kesejahteraan guru, dosen, dan peneliti," SBY menjelaskan.
Presiden SBY ingin agar masyarakat terus berpartisipasi, termasuk para orangtua. "Dan akhirnya, ciri dari pembangunan yang adil dan inklusif, pembangunan harus bisa diakses oleh semua. Pendidikan untuk semua. Itu adalah misi mulia kita untuk membuat rakyat Indonesia bisa memiliki peluang mendapatkan pendidikan yang baik," ujar SBY.
Atas semuanya itu, tugas pemerintah adalah menetapkan kebijakan yang tepat, menetapkan anggaran yang diperlukan untuk dunia pendidikan. "Memastikan bahwa kualitas bisa dipelihara. Membuat sinergi antara pendidikan dan pengguna hasil pendidikan. Presiden SBY berharap peran lembaga pendidikan di seluruh Indonesia juga bisa mengisi sesuai dengan fungsi, tugas, dan kewajibannya," lanjutnya.
Presiden SBY juga mengajak seluruh rakyat bertekad agar Indonesia bisa menjadi bangsa yang unggul. "Makin banyak lembaga pendidikan kita yang bisa mendapatkan apresiasi pada tingkat dunia. Makin banyak putera puteri kita meraih prestasi pada kejuaran di tingkat global. Kedepan, Indonesia harus betul-betul menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dalam mengelola sumber daya alam dan sumber daya yang lain untuk kemakmuran bangsa kita," seru SBY.
"Agar bisa menjadi tuan rumah yang baik, bangsa kita harus cerdas, memiliki karakter yang baik, rukun, adil, dan akhirnya bisa membangun apa yang kita miliki untuk kemakmuran bangsa kita yang akan datang. Indonesia bisa, kita bisa dengan ridho Allah," tegas SBY.
Jika diwaktu lalu pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Tentang Guru sebagai implementasi Undang-undang Tentang Guru dan Dosen, kini Presiden SBY telah menandatangani Peraturan Pemerintah Tentang Dosen. "Peraturan ini akan mengatur tentang hak, kewajiban, dan tunjangan-tunjangan yang diterima dosen," ujar Presiden SBY. (osa)



