Berita Utama

Makan Siang di Warung Nasi Ampera

Presiden SBY bersama masyarakat saat berada di Warung Nasi Ampera, Jl. Soekarno-Hatta No. 394, Bandung, hari Selasa (26/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY bersama masyarakat saat berada di Warung Nasi Ampera, Jl. Soekarno-Hatta No. 394, Bandung, hari Selasa (26/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Bandung: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani makan siang sambil bernostalgia di Warung Nasi Ampera, Jl. Soekarno-Hatta No. 394, Bandung. Bersama para staf, wartawan, dan pengunjung yang lain, SBY dan Ibu Ani menikmati masakan Sunda seperti ayam goreng, tempe, tahu, peyek udang, empal, dan lalapan, lengkap dengan sambal terasi yang menggugah selera.

Saat rombongan Presiden merencanakan kunjungan ke Bandung dalam rangka menghadiri peringatan puncak Hari Pendidikan Nasional, para staf menanyakan kepada Presiden SBY, akan makan siang di mana setelah acara resmi selesai. Ada yang memiliki inisiatif untuk makan di warung nasi Ampera. "Itu kalau disurvey mungkin yang setuju ada 120 persen. Termasuk saya dan istri," kata SBY disambut tawa para staf dan wartawan.

Ada kisah dibalik itu semua. "Saya pertama kali berdinas di lingkungan TNI di Dayah Kolot, Bandung, tahun 1974. Kurang lebih 4 tahun saya menjadi perwira junior di situ. Belum punya kendaraan sendiri, saya dengan istri setelah menikah, baik sebelum dan sesudah punya anak, langganan makan di rumah makan Ampera di Kebon Kelapa. Tempatnya lebih kecil dan ramainya luar biasa. Sampai sekarang saya menilai makanannya sangat lezat," kenang SBY.

"Saya bersama istri, termasuk ketika mengandung anak pertama, Kapten Agus, hampir tiap Minggu naik angkutan kota dari Dayah Kolot ke Kebun Kelapa untuk makan di rumah makan Ampera. Mungkin campur ngidam juga. Yang jelas ketika kita makan, di belakang itu sudah banyak yang antri menunggu. Yang saya ingat, nasinya panas seperti hari ini, sambalnya khas tidak ada duanya, menunya ayam goreng dan lalap. Saya malah tidak ingat apakah dulu sudah ada babat, usus dan peyek udang seperti sekarang," canda SBY.

Begitu disetujui untuk makan di Warung Nasi Ampera, persoalannya adalah sebagian staf ingin makan di Kebun Kelapa sambil bernostalgia. "Saya pun senang karena saya sudah 10 sampai 11 tahun menjadi langganan Ampera di Kebun Kelapa. Pertimbangannya, kalau sekarang kita makan di sana, tentu tidak akan muat. Saya khawatir malah akan mengganggu yang lain," SBY menjelaskan. Akhirnya diputuskan untuk makan di cabang Soekarno-Hatta karena tempatnya lebih besar.

Presiden SBY berpendapat, bisnis makanan seperti itu harus dilestarikan. "Bisa yang paling modern sepeti di Grand Indonesia Shopping Town seperti yang baru saja saya resmikan, atau seperti Ampera dan lain-lain. Karena penduduk Indonesia jumlahnya besar dan tentu pangan adalah kebutuhan sehari-hari, maka saya menganjurkan bisnis kuliner kalau dikelola dengan baik, mempertahankan cita rasa, kebersihan, manajemen, dan klop di hati pengunjung, akan menjadi cabang bisnis yang menjanjikan," terang SBY.

"Harapan saya, kalau ini dikelola dengan baik, saudara tahu bahwa ekonomi kreatif di Indonesia makin meningkat. Beberapa saat yang lalu, saya meresmikan Pasar Wisata Karanganyar, Jawa Tengah. Bangunannya ada dua lantai dan di lantai atas disiapkan wisata kuliner tradisional. Itu ide yang bagus. Saya menganjurkan bisnis makanan yang selalu diminati bisa dikembangkan. Tidak harus semuanya serba fast food seperti yang melanda kota-kota besar. Memang fast food seperti Kentucky, Burger King diminati banyak kaum muda bagus, tidak apa-apa. Tapi saya juga ingin yang sudah punya nama dulu seperti Ayam Suharti, Mbok Berek, Soto Kudus, Soto Miroso, dan Rujak Cingur, harus dilestarikan," tegasnya.

Kalau dikaitkan dengan kebijakan pemerintah, Kredit Usaha Rakyat telah banyak mengembangkan dan menggerakkan usaha mikro. "Harapan saya, jangan kita kehilangan kreatifitas untuk mengembangkan bisnis apa saja. Menurut pendapat saya, bisnis yang berhubungan dengan makanan dan minuman adalah bisnis yang menjanjikan. Pandai-pandailah mengetahui apa keinginan pasar, dengan demikian bisa berkembang dengan baik," kata SBY.

Selesai makan bersama, para pengunjung dan pelayan rumah makan berebutan untuk menyalami dan berfoto dengan SBY dan Ibu Ani. Bahkan di luar rumah makan, banyak warga yang sudah menunggu untuk menyapa SBY dan Ibu Ani. (osa)