Berita Utama

Presiden dan Ibu Negara Hadiri Harlah PMII

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara hari Kamis (26/5) malam menghadiri acara Tasyakur Harlah ke- 49 PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di Rafflesia Grand Ballroom, Balai Kartini, Jakarta. PMII didirikan tanggal 17 April 1960, sebagai jawaban mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) untuk berperan maksimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Acara dimulai dengan pembacaan Al Quran, dilanjutkan dengan laporan Ketua Umum PB PMII, Muhammad Rodli Kaelani, dan
penyerahan penghargaan kepada 2 orang Alumni PMII, yaitu Nuril Huda dan Said Budairy selaku pendiri PMII. Dalam sambutannya, Ketua Ikatan Alumni PMII Arif Mudatsir Mandan mengatakan bahwa sebagai organisasi kader, PMII telah melahirkan jutaan alumni yang tersebar di seluruh nusantara dan berkiprah di berbagai bidang pengabdian, baik di bidang politik, pendidikan, birokrasi, budaya, sosial dan keagamaan. "Sebagai kaum terdidik di kalangan nahdliyyin, alumni PMII
merupakan potensi sosio-kultural dan intelektual yang besar, dan kehadirannya telah terbukti dan akan terus memberikan kontribusi positif bagi kepemimpinan nasional yang kuat, visioner dan berkarakter," ujarnya.

Selain itu, tahun ini Indonesia melangsungkan agenda demokrasi, yakni Pemilu Legislatif yang sudah berlangsung 9 April 2009 lalu, dan Pemilu Presiden bulan Juli mendatang. "Tentu kita semua berharap Pemilu kali ini mampu mengantarkan Indonesia ke arah yang lebih baik," jelas Arif Mudatsir. Kepada pasangan yang akan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, PMII menitipkan tiga agenda pokok, yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memantapkan good governance, dan memperkokoh sistem demokrasi.

Dalam sambutannya, Presiden SBY antara lain mengatakan bahwa siapapun yang terpilih dalam pilpres nanti, diharapkan bisa dipenuhi. "Siapapun yang terpilih nanti, bisa saya, JK atau Megawati, harapan kita, termasuk harapan saya pribadi, tiga agenda yang sangat baik kita jadikan kebijakan. Suatu langkah-langkah sekarang ini adalah terus menerus tingkatkan kesejahteraan rakyat, good governance, tidak kompromi dengan korupsi dan mengembangkan demokrasi yang berakhlak dan membawa
manfaat, harus terus dilanjutkan oleh siapapun," ujar SBY dalam sambutannya. (mit)