Berita Utama

Presiden SBY: ASEAN dan Korsel Rencanakan Hubungan Masa Depan

Presiden SBY mengikuti Commemorative Summit Sesi 1, di International Convention Centre Jeju, Korea Selatan, hari Senin (1/6) sore.(foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY mengikuti Commemorative Summit Sesi 1, di International Convention Centre Jeju, Korea Selatan, hari Senin (1/6) sore.(foto: abror/presidensby.info)
Pulau Jeju, Korsel: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa negara-negara ASEAN dan Korea Selatan tidak berkumpul hari ini hanya untuk merayakan 20 tahun hubungan mereka, tetapi juga untuk merencanakan masa depan hubungan ASEAN-ROK di abad ke-21. “Sekarang adalah saat yang tepat untuk mengembangkan dan memperdalam kerjasama kita pada era baru,” kata Presiden SBY dalam pidatonya dalam ASEAN-ROK Commemorative Summit, Marking The 20th Anniversary of ASEAN-ROK Dialogue Relations, di ICC Jeju, Senin (1/6) sore.

Menurut Presiden SBY, yang terpenting adalah dimensi hubungan antar masyarakat. “Kita semua telah dengan baik mempelajari bahwa keberlanjutan hubungan antar negara adalah dengan mengintensitaskan hubungan antar masyarakat. Inilah mengapa kita butuh untuk mengintensifkan program kongkrit untuk pertukaran pelajar, turisme, kerjasama antar sektor swasta, interaksi kebudayaan, dan sebagainya,” ujar SBY.

“Area penting lainnya adalah kerjasama pada penelitian dan pengembangan. ASEAN dan Republik Korea dalam perjalanannya menjadi negara ekonomi yang berbasiskan ilmu pengetahuan yang kompetitif. Keahlian dan para peneliti kita harus bekerjasama dengan baik untuk meraih level baru yang tinggi bagi negara kita,” tambah SBY. Juga penting bagi ASEAN dan Republik Korea untuk mengambil peran aktif dalam isu global penting dalam masa kini, yaitu perubahan iklim. “Komitmen Republik Korea pada pembangunan ekonomi yang peduli pada lingkungan, dan hutan hujan tropis di ASEAN yang berlimpah, ada banyak yang dapat kita lakukan bersama untuk berkontribusi pada pengurangan emisi global rumah kaca,” SBY menegaskan.

Dalam jangka pendek, ASEAN dan Republik Korea harus bekerja untuk memastikan suksesnya COP-15 Copenhagen, yang akan berlangsung enam bulan kedepan. “Kita harus meningkatkan implementasi peta jalan Bali dan Bali Plan of Action sehingga pertemuan Copenhagen akan menghasilkan konsesus iklim global yang baru dan lebih efektif,” kata SBY. “Saya juga akan mendorong para pemimpin disini untuk mengambil peran pada diskusi tingkat tinggi perubahan iklim dimana bulan September nanti akan diadakan di New York,” lanjutnya.

ASEAN dan Republik Korea juga harus mengintesifkan kerjasama pada ketahanan pangan dan energi, isu nyata yang akan menentukan mata pencaharian dan keberlangsungan hidup warga dunia. “Tidak aka nada solusi yang mudah untuk isu-isu sulit itu, tetapi ada cukup kesempatan untuk eksplorasi dan investasi untuk mempertinggi daya tahan kita pada area itu,” jelas SBY.
Akhirnya, lanjut SBY, kita harus memastikan bahwa kerjasama ASEAN dan Republik Korea di abad ke-21 menyusun berbagai cara untuk memastikan regional arsitektur yang stabil, dinamis, dan damai. “ASEAN dan Republik Korea selama ini selalu mengusahakan perdamaian dan persahabatan. Sekarang, kita memiliki kesempatan untuk memainkan peran tersebut sepenuhnya,” papar SBY. (osa)