Berita Utama
Senin, 1 Juni 2009, 22:29:58 WIB
Juru Bicara Presiden:
Rumor Bagi-bagi Kursi Menteri Itu Tidak Benar
Pulau Jeju, Korsel: Beberapa hari terakhir ini beredar sms-sms yang mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seolah-olah telah menandatangani kontrak politik dengan salah satu mitra koalisi partai. Isinya bahwa sejumlah kementerian-kementerian tertentu akan dialokasikan untuk partai tertentu, dan juga kebijakan-kebijakan negara yang nantinya jika menang, akan dibuat sedemikian rupa sesuai dengan kehendak atau keinginan dari partai tertentu pula.Kebenaran sms yang beredar tersebut dibantah Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng. “Saya jawab bahwa itu tidak benar. Presiden SBY sama sejak 2004 yang lalu, tidak ingin mendahului takdir, tidak ingin gege mongso. Belum menang sudah bagi-bagi kursi dan kekuasaan. Itu tidak benar,” tegas Andi kepada wartawan di Hotel Shilla, Pulau Jeju, Korea Selatan, hari Senin (1/6) malam. “Tidak benar ada sifat Presiden SBY yang seperti itu. Kita menangkan dulu Pilpres, baru setelah itu pembentukan kabinet. Untuk pembentukan kabinet, tentu saja akan dipilih orang-orang yang profesional dan mampu dalam bidangnya, sehingga pemerintahan itu bisa efektif dan kuat dengan dukungan parlemen yang kuat pula,” Andi menyerukan.
“Jadi tidak ada bagi-bagi kursi kabinet semacam itu. Presiden SBY, seperti juga pada tahun 2004, tidak ada kebijakannya yang didikte oleh partai politik tertentu. Tidak ada semacam itu. Kebijakan-kebijakan sebagai Presiden sekarang ini adalah kebijakan Presiden SBY. Sebagaimana juga tahun 2004, jika Insya Allah Presiden SBY kembali memenangkan Pilpres, maka kebijakan-kebijakannya adalah kebijakan Presiden SBY, tidak didikte partai manapun,” kata Andi. (osa)



