Berita Utama

Kembali ke Tanah Air

"Kerjasama ASEAN-Korsel Harus Dimantapkan, Diperluas dan Diperdalam"

Pulau Jeju, Korsel: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani beserta rombongan hari Selasa (2/6) siang meninggalkan Pulau Jeju, bertolak kembali menuju Jakarta dari Bandara Internasional Jeju. Sebelum meninggalkan Pulau Jeju, di ballroom Hotel Shilla, Presiden SBY didampingi para menteri memberikan keterangan pers kepada para wartawan Indonesia tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukannya selama mengikuti acara Commemorative Summit Sesi 1 dan beberapa pertemuan bilateral.

Presiden SBY menjelaskan tentang pelaksanaan tugas negara untuk menghadiri pertemuan puncak ASEAN-Korsel sebagai peringatan 20 tahun hubungan ASEAN-Korsel yang dilanjutkan dengan pertemuan yang substantif. “Semua menyadari bahwa pertemuan puncak ini bukan hanya sebuah perayaan, tapi juga untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan ASEAN dan Korsel selama ini. Harus mengevaluasi hubungan dan bagaimana melihat masa depan, dan bagaimana melakukan sinergi secara regional dan global untuk mengatasi krisis ekonomi,” SBY menerangkan.

“Kita sepakat bahwa kerjasama ASEAN-Korsel harus dimantapkan, diperluas dan diperdalam. Bukan hanya kerjasama di bidang perekonomian, perdagangan, pendidikan, pariwisata, energi, dan perubahan iklin, tapi lebih luas lagi harus masuk dalam ranah kontak hubungan antar masyarakat. Jabarannya banyak sekali. Tapi semua ingin hubungan strategis ini perlu dikokohkan,” tegasnya.

Meskipun kepala negara/pemerintahan ASEAN lainnya bisa memaklumi seandainya SBY tidak hadir pada pertemuan puncak kali ini, tetapi SBY memandang perlu untuk hadir dengan beberapa alasan. "Pada lazimnya kalau di dalam negeri sedang mengadakan pemilu, negara-negara lain akan memaklumi bila pemimpin negaranya tidak hadir. Tapi saya memandang perlu untuk hadir. Alasan utamanya adalah karena pertemuan regional ini penting. Kalau kita berbuat baik untuk mengatasi krisis perekonomian dan melakukan langkah tepat serta efektif dari segi perekonomian saja, maka dampaknya akan baik,” kata Presiden SBY.

“Kedua, hubungan Indonesia-Korea Selatan itu mencapai tahap yang sangat baik, setelah kita bersama-sama menandatangani kemitraan strategis. Sedangkan alasan tambahan, Presiden Lee Myung Bak ingin sekali saya hadir, karena Indonesia dipandang sebagai salah satu negara terbesar di ASEAN,” jelas SBY. Mendampingi Presiden SBY antara lain, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari E. Pangestu, Menkominfo M. Nuh, Menhut M.S. Kaban, Duta Besar RI untuk Republik Korea Nicholas Tandi Dammen, serta Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal. (osa)