Berita Utama

Presiden pada Hari Lingkungan Hidup:

Indonesia Serius Menyelamatkan Lingkungan

Presiden SBY menyampaikan sambutan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009, di Istana Negara,  hari Jumat (5/6) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009, di Istana Negara, hari Jumat (5/6) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Indonesia serius untuk menjadi bagian dari masyarakat dunia untuk menyelamatkan lingkungan, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2009 di Istana Negara, Jumat (5/6) pagi.

“Disamping langkah-langkah yang terus kita tingkatkan untuk menyelamatkan Indonesia, sejarah mencatat tahun 2004, kita memiliki prakarsa dan Alhamdulillah bisa kita laksanakan di PBB. Prakarsa itu adalah saya mengajak negara-negara yang memiliki hutan hujan tropis untuk bersatu bersama-sama mengatasi persoalan lingkungan sambil mendayagunakan hutan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat,” terang SBY.

“Tahun 2007, di sebuah pertemuan puncak di Australia, kita menjual ide yang Alhamdulilah juga diterima yaitu CTI atau Coral Triangle Initiative. Dan baru saja di Manado kita melaksanakan pertemuan puncak WOC,” kata SBY. “Indonesia juga serius selama tiga tahun terakhir ini melakukan kampanye penanaman dan pemeliharaan pohon. Kalau kampanye Pilpres, Legislatif, Pilkada itu hanya tiga minggu, tapi kalau ini sepanjang masa. Ini pahalanya tinggi, jadi jangan ragu-ragu melaksanakan kampanye ini,” kata SBY disambut tepuk tangan undangan.

Namun, lanjut Presiden, usaha-usaha tersebut belum cukup. “Harus kita tingkatkan dan harus berbuat lebih banyak lagi. Belum cukup, masih harus lebih giat lagi. Ada empat hal yang harus kita laksanakan bersama-sama kedepan. Pertama, bagaimanapun lingkungan, hutan, ladang dan gunung kita harus terus-menerus kita rawat dan kita lestarikan. Masih banyak yang bisa kita jaga untuk tidak mengalami kerusakan. Kedua, yang sudah terlanjur rusak mari kita perbaiki dengan cara-cara yang benar. Dengan mengubah gaya hidup, mengeluarkan anggaran, dengan kerjasama internasional dan membawa teknologi untuk mengatasi semua itu,” ujar SBY.

“Ketiga, mari kita kurangi emisi karbon dioksida. Saudara tahu, karbon dioksida membuat iklim panas, cuaca berubah, bencana terjadi dimana-mana karena pembakaran bahan bakar yang berasal dari fosil. Solusinya, mari kita buat lebih efisien menggunakan solar, premium, dan minyak tanah. Keempat, mari kita sekali lagi mengkampanyekan penanaman dan pelihara pohon. Kami bertekad untuk mewujudkan one man, one tree. Satu orang, satu pohon. Yang bisa menanam satu pohon setiap tahunnya, maka kita bisa menggantikan saudara-saudara kita yang tidak memiliki lahan untuk menanam,” SBY menjelaskan.

Presiden SBY mengangkat satu isu lama yang harus segera diselesaikan. “Ada daerah aliran sungai Bengawan Solo. Mulai dari Wonogiri terus melalui berbagai kabupaten dan kota, melalui dua propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ini kalau tidak kita tata dan perbaiki, yang terjadi adalah banjir setiap tahun. Padahal kalau kita kelola dengan waduk, dam dan irigasi, maka itu mengurangi bencana dan meningkatkan air untuk pertanian. Ini harus direncanakan. Saya meminta untuk dua gubernur serta bupati dan walikota daerah yang dialiri Bengawan Solo, berkumpul bersama membahas solusi dan anggarannya bersama-sama,” terang SBY. (osa)