Berita Utama
Minggu, 7 Juni 2009, 12:49:33 WIB
Presiden SBY:
Indonesia Terus Maju Jemput Masa Depan
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada Peringatan Hari Lahir ke 75 Gerakan Pemuda Ansor, di TMII, Jakarta, hari Minggu (7/6) pagi. (foto: edytiawarman/presidensby.info)
"Indonesia sangat serius untuk meningkatkan kemandirian, daya saing, dan peradaban bangsa. Agar perekonomian kita makin mandiri, negara telah melunasi hutang IMF yang jumlahnya sangat besar. Juga membubarkan CGI yang sebelumnya mengatur perekonomian kita. Kita juga mengurangi ratio hutang terhadap pendapatan negara, membuat negara berswasembada beras kembali, ingin meningkatkan kecukupan energi, meningkatkan pajak dan penerimaan negara agar perekonomian kita dibiayai dari keringat kita sendiri. Itulah perekonomian yang makin mandiri," seru SBY.
Di bidang politik, Indonesia juga harus makin mandiri. "Oleh karena itu kita jalankan politik bebas dan aktif. Hubungan kita dengan negara-negara Islam di Timur Tengah dekat dan makin dekat, juga dengan negara ASEAN, Afrika, dan dari belahan dunia manapun," kata SBY. "Masih seputar kemandirian politik, ketika ada masalah Indonesia dengan Timor Timur, kita menolak masalah itu diambil PBB dan kita berusaha menyelesaikannya sendiri. Alhamdulillah<.i>, selesai," jelasnya.
"Dulu kita mendapatkan embargo dan sanksi selama sepuluh tahun. Tahun 2005, kita lepas dari sanksi, dan terhormat. Di bidang pertahanan, kita juga ingin lebih mandiri lagi. Industri pertahanan kita tingkatkan. Itu hanya sedikit contoh saja, betapa kita ingin terus mandiri sebagai bangsa dalam arti yang luas, politik, keamanan, ekonomi, dan apapun termasuk budaya," tegas SBY.
Presiden SBY menginginkan pemerintahan makin bersih dan efektif sehingga bisa mencurahkan segalanya untuk kepentingan rakyat. "Berikan dukungan kepada jajaran lembaga negara dan pemerintahan di pusat maupun daerah untuk betul-betul mengemban tugas dengan baik. Anti korupsi, sepenuhnya untuk rakyat, bekerja giat. Itulah yang ingin kita bangun kedepan," SBY menjelaskan.
Lebih lanjut Presiden SBY mengungkapkan bahwa GP Ansor harus menjadi bagian pembangunan itu semua. "Ansor benar-benar sebuah gerakan keislaman yang mencintai bangsa dan negaranya, bukan gerakan keislaman sektarian yang tidak sesuai dengan dasar-dasar kebangsaan kita," ujar SBY. Selaku orang yang sedang mengemban amanah sebagai pemimpin bangsa, Presiden SBY mengajak seluruh keluarga besar GP Ansor untuk melanjutkan pembangunan bangsa. "Agar sesuai dengan para pendiri, ulama, sesepuh negara kita, makin kedepan makin aman, adil, dan sejahtera," tendasnya. (osa)



