Berita Utama

Presiden: Menuju Kemandirian Jangan Hanya Dengan Berangan-angan

Presiden SBY didampingi Ibu Ani berdialog dengan penyuluh pertanian usai membuka Jambore SL-TPP 2009, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng,  hari  Senin (8/6) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Ibu Ani berdialog dengan penyuluh pertanian usai membuka Jambore SL-TPP 2009, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng, hari Senin (8/6) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Boyolali: Menuju kemandirian jangan hanya berangan-angan dan bermimpi, tapi dengan kerja keras. Apapun etnisnya, apapun profesinya, agamanya, di manapun berada, mari giat bekerja membangun kemandirian bangsa. Hanya dengan cara itu kita bisa maju pada abad 21 ini, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan Jambore Sekolah Lapangan Pengelolaan Sumber Daya Tanaman Terpadu (SL-TPP) 2009, di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah, hari Senin (8/6) siang.

Presiden menambahkan "Bangsa ini bukan hanya milik kita, tapi juga milik anak cucu kita. Kalau kita ingin bikin baikdan makin mandiri, tentu kemandirian itu harus diletakkan dalam kaitan yang luas, berjangka panjang, mencakup sendi-sendi kehidupan bangsa kita. Tahun lalu pidato saya dalam Peringatan 1 Abad Kebangkitan Nasional, saya katakan Indonesia dengan ridho Allah SWT bisa menjadi negara maju, bermartabat dan sejahtera di abad 21. Tapi harus yakin dan ada syaratnya, tidak datang dari langit begitu saja. Syaratnya bangsa ini harus meningkatkan kemandiriannya, meningkatkan daya saing, memiliki peradaban dan budaya yang unggul. Bukan budaya yang cengeng, mudah mengeluh, sukanya saling menyalahkan orang lain, tapi bangsa yang tangguh ulet dan kokoh," kata SBY disambut tepuk tangan ribuan undangan.

Ditambahkan, kalau para petani bisa menciptakan swasembada beras dan ketahanan pangan, bangsa Indonesia juga mesti bisa untuk membangun kemandirian bangsa Indonesia. "Kita ingin ada 5 komoditas penting yang betul-betul ke depan berswasembada. Pertama beras, kedua gula, ketiga jagung, keempat daging sapi dan kelima kedelai. Yang lainnya sudah cukup. Yang tiga pertama sudah, yang dua belum, daging sapi dan kedelai. Oleh karena itu, nanti saya lihat. Katanya kita sudah mulai produksi kedelai dalam 1 hektar lebih dari 2,5 setengah ton, bahkan katanya sudah ada 3 ton. Kalau ini bisa dipertahankan insya Allah makin berkurang impor kita, suatu saat kita tidak akan impor kedelai lagi. Siapa suka tahu, tempe dan kecap? Nah, semua itu dari kedelei. Mari kita tingkatkan produksinya," kata SBY. (win)